Ketiga, salah satu lini bisnis perseroan yaitu Mobil Go yang bergerak pada penjualan mobil bekas eks armada Bluebird, menunjukkan kinerja yang sangat baik. Laba atas penjualan aset naik sangat signifikan dari yang sebelumnya mencatat kerugian sebesar -Rp5,4 miliar di 9M20 menjadi laba sebesar RP48,6 miliar di 9M21. Hal itu didorong dari peningkatan volume dan juga perbaikan di harga jual per unit.
Keempat, ekspansi Perseroan dari sisi teknologi dengan diluncurkannya MyBlueBird 5 dan juga kolaborasi dengan berbagai platform lain untuk booking channel dan payment channel taksi Perseroan memberikan fleksibilitas lebih bagi customer dalam melakukan pemesanan dan pembayaran.
Posisi neraca dan kas perseroan di kuartal III 2021 juga semakin kuat dibandingkan tahun lalu. Posisi kas perseroan di akhir September 2021 adalah Rp739,9 miliar dibandingkan posisi kas perseroan di 30 September 2020 yaitu sebesar Rp730,9 miliar. Sedangkan debt to equity ratio di 30 September 2021 adalah 0,3x menunjukkan posisi neraca yang sangat sehat dan Perseroan masih memiliki ruang yang sangat lebar untuk melakukan ekspansi.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.