Selanjutnya, pada 2036-2040 akan menjadi tahap kedua penghentian PLTU termasuk subcritical, critical dan sebagian supercritical, sedangkan EBT akan meningkat sebesar 66% didominasi oleh pembangkit surya, hidro, dan bioenergi. Penjualan kendaraan roda dua konvensional juga akan berkurang.
Dari 2041 hingga 2045, pembangkit arus laut skala besar dan pembangkit nuklir pertama mulai Commercial Operation Date (COD). Peningkatan pemanfaatan terbarukan sebesar 93% akan didominasi oleh pembangkit surya, hidro, dan bioenergi. Penjualan kendaraan roda empat konvensional juga akan berkurang.
Terakhir, selama 2051 hingga 2060 akan menjadi periode terakhir untuk PLTU yang sudah pensiun dan hidrogen untuk listrik akan dikembangkan secara besar-besaran. Energi terbarukan yang diembangkan didominasi oleh pembangkit surya, hidro, dan angin.
"Kami berkomitmen untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca sebesar 29% pada tahun 2030 dengan upaya sendiri atau 41% dengan dukungan internasional," tandasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)