Utang Dikritik, Staf Sri Mulyani: Lihat Produktivitasnya

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 04 November 2021 16:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 04 320 2496731 utang-dikritik-staf-sri-mulyani-lihat-produktivitasnya-FNZuhSRmUy.jpeg Utang Luar Negeri RI (Foto: Okezone)

BALI - Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo menyoroti soal utang negara yang selalu dikritik karena nilainya. Padahal kata Yustinus, penggunaan utang mendorong perekonomian semakin berkembang.

"Mentalitas emoh utang, ogah bayar pajak itu tidak boleh ada. Kita mengkritik pemerintah utang nambah tapi seolah statis, buahnya enggak membesar. Padahal ekonomi membesar," ujarnya, di Bali, KAMIS (4/11/2021).

Dia menegaskan, saat ini aset pemerintah sudah di atas Rp11 ribu triliun atau dua kali nilai utang pemerintah. Tapi, dirinya menyayangkan, yang dikritik hanya nilai utang tanpa lihat besarnya aset Indonesia.

Baca Juga: Bill Gates Tertarik Investasi Vaksin di Indonesia

"Tapi seolah aset tidak bertambah, hanya utang yang bertambah dan tidak dilihat produktivitasnya," ujarnya.

Selain itu, utang negara ini sifatnya kontinu. Maksudnya utang yang dipinjam pemerintah sebelumnya, diselesaikan oleh pemerintah selanjutnya.

Baca Juga: RI Pensiunkan PLTU Batu Bara, Sri Mulyani: Butuh Rp426 Triliun

"Zaman Pak SBY menerbitkan SBN 10 tahun tenornya. Ya harus diselesaikan Pak jokowi. Pak Jokowi utang 10 tahun, nanti akan dibayar pemerintah berikutnya. Ini kontinu," tuturnya.

(fik)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini