Dalam jangka pendek, pemerintah akan mendatangkan obat-obatan tersebut lebih cepat melalui impor agar sebelum momentum Natal dan Tahun Baru pemerintah memiliki stok untuk mengantisipasi lonjakan kasus.
"Kalau terjadi apa-apa, mudah-mudahan tidak, di Nataru, kita sudah siap obatnya," katanya.
Namun, Menkes Budi menambahkan, mereka yang bisa mengimpor harus memberikan komitmen jangka panjang untuk membangun pabrik di Indonesia.
"Jadi jangka menengahnya, kita akan memilih nanti perusahaan-perusahaan yang kita impor obat jadinya tapi mereka berkomitmen untuk bangun pabrik di Indonesia. Bisa dia investasi langsung, bisa kerja sama dengan perusahaan BUMN atau swasta, yang penting dia bangun pabriknya di Indonesia," katanya.
Menkes Budi mengatakan pemerintah terus melakukan diskusi soal dua strategi tersebut, termasuk dengan kedua produsen obat tersebut. Diskusi tersebut akan dilakukan minggu ini dipimpin langsung oleh Menko Marves.
"Mudah-mudahan kita bisa selesaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama," kata Menkes Budi.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.