Secara fundamental, perseroan membukukan penjualan dengan pendapatan bersih sebesar Rp191,34 miliar, dengan rugi tahun berjalan mencapai Rp967,22 juta selama semester I tahun 2021.
Per Juni 2021, perseroan memiliki total aset sebesar Rp92,79 miliar, liabilitas Rp17,13 miliar, dan ekuitas Rp75,66 miliar.
Direktur Wahana Pronatural Iwan Setiawan beberapa waktu lalu sempat menargetkan penjualan perseroan mencapai 30% hingga akhir 2021 dengan fokus penjualan terhadap komoditas kopi.
Iwan memaparkan bahwa perseroan bakal menambah produk kopi jenis Arabica setelah seringnya memasok jenis Robusta.
"Kami juga akan mulai menjajaki biji kopi premium grade untuk menambah pangsa pasar Perseroan dan memperbaiki omzet. Secara umum, omzet menurun tapi kuantitas meningkat," kata Iwan dalam pemaparan publik akhir Agustus 2021 yang lalu.
Iwan tengah menjajaki peluang ekspor di pasar Eropa untuk memasarkan produknya.
"Belgia sebagai penghasil biji kopi di Eropa sedang mengalami kekeringan, sehingga pasokan biji kopi di sana kurang bagus. lni kesempatan kami untuk memasok lebih banyak biji kopi ke perusahaan eksportir," tukasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.