Dolar Melemah 0,11%, Investor Menanti Rilis Iinflasi AS

Antara, Jurnalis · Rabu 10 November 2021 07:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 10 278 2499395 dolar-melemah-0-11-investor-menanti-rilis-iinflasi-as-PNnyoEGWcj.jpg Dolar Amerika Serikat. (Foto: Okezone.com)

NEW YORK - Dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Investor pun menunggu data inflasi AS yang akan disampaikan hari ini, di mana data tersebut akan menjadi indikator utama apakah tekanan harga-harga meningkat semakin cepat.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya turun 0,11% menjadi 92,948. Sementara euro menguat 0,07% ke level USD1,1594.

Baca Juga: Dolar Lesu karena Investor Fokus The Fed dan Inflasi AS

Harga-harga produsen AS meningkat pada Oktober. Data menunjukkan bahwa inflasi yang tinggi dapat bertahan untuk sementara waktu di tengah rantai pasokan yang ketat terkait dengan pandemi.

Tetapi para pedagang menahan pergerakan besar menjelang data indeks harga konsumen yang akan dirilis pada Rabu pagi waktu setempat.

Baca Juga: Dolar AS Lesu Tertekan Euro dan Poundsterling

“Mencari pergerakan besar apa pun menjelang IHK (Indeks Harga Konsumen) AS besok akan sia-sia. Kami kemungkinan akan melihat sedikit lebih banyak pergerakan di sisi valas setelah IHK,” kata Ahli Strategi Senior Valas TD Securities, Mazen Issa, dikutip dari Antara, Rabu (10/11/2021).

Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan IHK bulanan meningkat menjadi 0,4% dari kenaikan 0,2% bulan sebelumnya. Dengan ukuran inti tahun-ke-tahun yang diawasi ketat naik 0,3 poin persentase menjadi 4,3% jauh di atas rata-rata target inflasi tahunan Fed 2,0%.

Pejabat Fed mengatakan tidak jelas bahwa inflasi yang tinggi akan menjadi lebih mengakar dari yang diperkirakan sebelumnya.

Presiden Fed San Francisco Mary Daly mengatakan itu akan menjadi pertengahan 2022 sebelum ada kejelasan lebih lanjut tentang prospek ketenagakerjaan dan inflasi dan Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan dia percaya kekuatan yang saat ini menjauhkan orang dari pasar tenaga kerja dan mendorong harga-harga akan terbukti bersifat sementara.

Di tempat lain, yen mencapai tertinggi satu bulan di 112,73 terhadap greenback dan terakhir diperdagangkan di 112,83 yen.

Sementara itu, Bitcoin naik ke rekor USD68.564 sebelum berbalik arah. Terakhir turun 1,15% pada USD66.791 dan ether mencapai rekor tertinggi USD4.843.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini