Dolar Lesu karena Investor Fokus The Fed dan Inflasi AS

Erlinda Septiawati, Jurnalis · Selasa 09 November 2021 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 09 278 2498814 dolar-lesu-karena-investor-fokus-the-fed-dan-inflasi-as-RUnFktVDTq.jpg Dolar Amerika Serikat Melemah. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Dolar AS melemah pada akhir perdagangan Senin. Investor tengah mencerna data inflasi dan memantau komentar Pejabat Federal Reserve untuk petunjuk kebijakan suku bunga.

Indeks dolar turun 0,19% hari ini pada level 94,046. Hal tersebut mengambil jeda setelah rally pada perdagangan Jumat.

“Pasar mencerna informasi yang kami terima minggu lalu, baik dari pernyataan Fed dan juga dari laporan nonfarm (penggajian) pada hari Jumat, yang masih menunjukkan fakta bahwa Fed menghapus likuiditas dan diperkirakan akan menaikkan suku akhir tahun depan, ” kata Kepala Strategi FX Amerika Utara, Bipan Rai, dilansir dari Reuters, Selasa (9/11/2021).

Baca Juga: Dolar AS Lesu Tertekan Euro dan Poundsterling

The Fed berpegang teguh pada pandangan terkait inflasi tinggi saat ini bersifat sementara dan akan mulai memangkas program pembelian obligasi besar-besaran bulan ini, tetapi menunggu lebih banyak pertumbuhan pekerjaan sebelum menaikkan suku bunga.

Kemudian data AS menunjukkan pekerjaan meningkat lebih dari yang diharapkan pada Oktober karena angin sakal dari lonjakan infeksi Covid-19 selama musim panas mereda, menunjukkan aktivitas ekonomi mendapatkan kembali momentum di awal kuartal keempat.

Baca Juga: Dolar AS Naik Jelang Pertemuan Bank Sentral Eropa hingga Kanada

Pejabat Federal Reserve AS mengalihkan fokus mereka ke kebijakan suku bunga dengan Wakil Ketua Fed Richard Clarida mengatakan kondisi untuk kenaikan suku bunga dapat dipenuhi tahun depan dengan pertumbuhan pekerjaan diperkirakan akan berlanjut dan inflasi sudah mendorong melampaui tingkat yang nyaman.

"Fokus minggu ini adalah pada inflasi, itulah sebabnya kami mungkin akan diperdagangkan dalam kisaran terbatas sampai kami mendapatkan angka-angka yang dapat menjelaskan waktu kenaikan suku bunga," kata Analis Pasar Senior OANDA, Edward Moya.

Adapun Dolar Australia, naik 0,28% hari ini.

Dolar Selandia Baru naik 0,58% setelah Perdana Menteri Jacinda Arden mengumumkan bahwa tindakan penguncian kemungkinan akan dihapus pada akhir bulan.

Euro sedikit lebih tinggi, naik 0,17% pada USD1,1588. Inflasi zona euro akan mereda tahun depan dan tetap terlalu lemah dalam jangka menengah, kepala ekonom Bank Sentral Eropa Philip Lane mengatakan kepada surat kabar Spanyol, mengulangi pesan lama bank bahwa pertumbuhan harga tinggi bersifat sementara.

Dalam cryptocurrency, bitcoin naik 4% di sekitar USD65.936,62 atau tidak jauh dari rekor tertinggi baru-baru ini. Sementara ether naik 3% pada USD3.093,48, setelah mencapai rekor tertinggi USD4.768,07 sebelumnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini