Namun, penurunan rugi selisih kurs sebesar Rp75,8 miliar membantu mengurangi rugi bersih perseroan menjadi Rp179,23 miliar dari sebelumnya Rp266 miliar. Pada saat yang sama, marjin laba kotor konsolidasi KIJA hingga kuartal III/2021 tercatat sebesar 38%, turun 3% dibandingkan tahun sebelumnya EBITDA tercatat sebesar Rp448 miliar pada akhir kuartal III/2021 atau turun dibandingkan Rp609,5 miliar pada tahun sebelumnya.
Muljadi menjelaskan, penurunan pendapatan disebabkan oleh penurunan kontribusi dari segmen properti dan pengembangan lahan. Di saat bersamaan, pendapatan dari lini recurring income yang masih bertumbuh disebut menahan laju penurunan pendapatan perseroan hingga akhir kuartal III/2021.
Adapun, pendapatan dari segmen infrastruktur yang dikelola KIJA terpantau meningkat. Pendapatan dari pembangkit tenaga listrik naik 26,10% menjadi Rp578,43 miliar, jasa dan pemeliharaan naik 15,16% menjadi Rp230,88 miliar, serta dry port naik 19,60% menjadi Rp129,44 miliar.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.