Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Utang Indonesia Tembus Rp6.008 Triliun, BI: Tetap Sehat dan Terkendali

Shelma Rachmahyanti , Jurnalis-Senin, 15 November 2021 |10:46 WIB
Utang Indonesia Tembus Rp6.008 Triliun, BI: Tetap Sehat dan Terkendali
Utang Luar Negeri Makin Bengkak (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai USD423,1 miliar atau setara Rp6.008 triliun (kurs Rp14.200 per USD) pada triwulan III-2021.

Utang luar negeri ini tumbuh 3,7% (yoy). ULN ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 2,0% (yoy).

Meski ULN membengkak, Bank Indonesia (BI) menyatakan, struktur ULN Indonesia tetap sehat didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

"ULN Indonesia pada triwulan III 2021 tetap terkendali, tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tetap terjaga di kisaran 37,0%, menurun dibandingkan dengan rasio pada triwulan sebelumnya sebesar 37,5%," kata Direktur Komunikasi BI Erwin Haryono di Jakarta, Senin (15/11/2021).

Baca Juga: Utang RI Tembus Rp6.711 Triliun dan Sudah Izin ke Rakyat, Ini 4 Faktanya

Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap sehat, ditunjukkan oleh ULN Indonesia yang tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang, dengan pangsa mencapai 88,2% dari total ULN.

Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

"Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian," katanya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement