Share

Harga Minyak Goreng Meroket, Mendag: Tak Bisa Didiamkan

Antara, Jurnalis · Senin 15 November 2021 14:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 15 320 2502033 harga-minyak-goreng-meroket-mendag-tak-bisa-didiamkan-8jvPKIcCa0.jpg Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi merespons kenaikan harga minyak goreng (Foto: Kemendag)

JAKARTA - Harga minyak goreng naik hingga menyentuh level Rp20.000 per kg. Harga minyak goreng yang mahal ini dikeluhkan para pedagang.

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhamamad Lutfi mengimbau pelaku industri untuk ikut serta bersama pemerintah mengendalikan kenaikan harga minyak goreng dengan memberikan buffer stock atau stok penyangga agar kenaikan komoditas tersebut tidak terlalu memberatkan masyarakat.

Baca Juga: Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Pedagang Gorengan Menjerit

"Kita tidak bisa mendiamkan, semuanya bisa bekerja sama. Jadi kita imbau kepada industri untuk memberikan buffer stock supaya kenaikannya tidak memberatkan masyarakat," kata Mendag Muhamamad Lutfi, Senin (15/11/2021).

Menurut Mendag, stok minyak goreng saat ini aman yakni mencapai 624 ribu liter dan jumlah tersebut bisa untuk kebutuhan selama 1,5 bulan.

Mendag mengatakan kenaikan harga minyak goreng beberapa waktu lalu dipicu kenaikan harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di pasar internasional.

"Permasalahannya bahwa feed stocknya, asalnya dari CPO nya kalau dulu berbasiskan (harga) USD500 sampai USD700 per ton. Hari ini sudah sampai di angka USD1.250. Jadi kalau di kita harganya tinggi, di luar negeri bisa jauh lebih tinggi lagi " kata Mendag.

Selain itu pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pelaku industri minyak goreng untuk mengatasi kenaikan harga yakni pelaku industri akan menggelontorkan 11 juta liter minyak goreng demi meredam kenaikan harga tersebut.

"Jadi 11 juta liter sudah digelontorkan dalam masa pengiriman. Mudah-mudahan dalam minggu ini sudah bisa sampai pengiriman," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini