Grafik tersebut memperlihatkan berbagai emosi naik turun yang kerap dialami investor, mulai dari posisi teratas (bahagia dan percaya diri) hingga terbawah (menyesal) yang berubah-ubah.
Prita mengatakan, salah satu strategi untuk membantu mengelola mental saat berinvestasi adalah dengan melakukan test budget loss. Cara ini, berarti Anda perlu memikirkan perasaan saat modal investasi berkurang.
Misalnya, saat memiliki budget investasi senilai Rp1 juta, apa perasaan Anda jika modal tersebut berkurang Rp50 ribu, Rp200 ribu, atau Rp500 ribu?
Menurut Prita, makin besar kemampuan Anda menoleransi potensi rugi, makin besar pula kesiapan mental untuk berinvestasi. Contohnya, jika Anda berpotensi marah saat mengalami kerugian 5%, sebaiknya cukup menabung di reksa dana pasar uang saja.
(Taufik Fajar)