Erick Thohir Buka-bukaan soal Tudingan Bisnis PCR, Semua Ditetapkan dalam Ratas

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 18 November 2021 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 18 320 2503670 erick-thohir-buka-bukaan-soal-tudingan-bisnis-pcr-semua-ditetapkan-dalam-ratas-ZXm4ZpB0mO.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir memastikan kebijakan penentuan harga hingga mekanisme lain ihwal Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) ditetapkan secara transparan.

Di mana, kebijakan itu dibahas melalui rapat terbatas antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah Menteri di Kabinet Indonesia Maju. Sehingga, isu bisnis PCR yang dikaitkan dengan dirinya dinilai tidak terbukti alias hoaks.

"Ratas itu dihadiri tidak saja Erick Thohir, ratas itu dihadiri Menkeu, Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden, Menteri Kesehatan, kebijakan PCR juga ditentukan secara transparan. Jadi, apa mungkin rapat terbatas itu men-setting menguntungkan saya. Berarti apa? Berarti semua yang ada di ratas itu dituduh memperkaya diri sendiri?," ujar Erick, dikutip Kamis (18/11/2021).

Baca Juga: Erick Thohir Tantang Jepang Alihkan Industri Otomotif dari Thailand ke Indonesia

Erick mencatat, dirinya tak memiliki latar belakang bisnis di industri kesehatan dan farmasi. Artinya, dia tidak cukup berpengalaman di sektor tersebut. Namun begitu, ada oknum tertentu yang menuding dirinya memperkaya diri melalui pelaksanaan RT-PCR.

"Mohon maaf nih ya, ini bukan bisnis saya, kesehatan saya bukan track record itu, lalu saya diframing memperkaya. Dibanding dengan seluruh kegiatan yang kita lakukan pada saat Covid," ungkapnya.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti motif atas tudingan bisnis RT-PCR yang dilontarkan oknum kecil tertentu Erick Thohir dan Menteri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Baca Juga: Aksi Korporasi BUMN, Erick Thohir: Kita Lakukan Tanpa Uang Negara

Tercatat, baru Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) yang membuat laporan pengaduan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ihwal dugaan bisnis RT-PCR tersebut.

Di lain sisi, muncul narasi bahwa motif isu bisnis RT-PCR dikaitkan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Dimana, Erick digadang-gadang ikut berkompetisi.

Erick sendiri tidak spesifik memperkirakan motif Prima yang membuat laporan ke KPK. Hanya saja, dia menilai langkah itu sebagai satu tindakan yang ingin membangun persepsi secara negatif di masyarakat perihal kredibilitas pemerintah.

"Kultur bangsa kita ini memang harus kita jaga, rasa gotong royong kita, rasa peduli sesama kita sudah mulai luntur. Padahal itu membuat kita menjadi negara besar. Tetapi, banyak oknum, individu yang melakukan tadi, pembangunan persepsi secara negatif, ya itu haknya mereka, tetapi saya yakin kebenaran akan terbukti. Dan jangan-jangan nanti terbukti kebalik," katanya

Di lain sisi, dia tak terpikirkan bahwa isu bisnis PCR untuk menjatuhkan kredibilitasnya menjelang pilpres 2024. Kredibilitas, kata dia, sudah terbangun sebelum dirinya dipercaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Menteri BUMN. Khususnya, kredibilitas di mata publik internasional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini