Buruh: Upah Kita Terendah Dibandingkan Vietnam

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 19 November 2021 19:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 19 320 2504559 buruh-upah-kita-terendah-dibandingkan-vietnam-eUgogdrZf7.png Serikat Pekerja Tolak Kenaikan Upah 1,09%. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Buruh menilai Upah Minimum Propinsi (UMP) di Indonesia sangat kecil. Bahkan lebih kecil dibandingkan Vietnam.

"Kita minta naikkan karena UMP kita terendah dibandingkan Vietnam," Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dalam video virtual, Jumat (19/11/2021).

Baca Juga: UMP Yogyakarta 2022 Naik Rp75.000, Tertinggi di Gunung Kidul

Menurutnya, dengan kenaikan upah hanya 1,09% tahun depan, seluruh harga kebutuhan hidup tidak akan terpenuhi. Hal itu lantaran semakin tingginya biaya hidup, namun tidak diimbangi dengan kenaikan upah minimum yang seimbang.

"Tidak pernah era Orde Baru, Soeharto (menaikkan) upah minimum di bawah inflasi. Hari ini, di bawah inflasi. Hitung saja inflasi nasional itu," katanya.

Dia menambahkan kenaikan upah minimum 2022 sebesar 1,09% lebih kecil dari angka inflasi tahunan pada Oktober 2021. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi tahunan pada Oktober 2021 sebesar 1,66%.

Baca Juga: Tolak Kenaikan UMP 1%, 2 Juta Buruh Mogok Nasional 6-8 Desember

"Saya tidak pernah menemukan di seluruh dunia, ada kenaikan upah di bawah inflasi (tahunan)," bebernya.

Sebagai informasi, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengancam akan mengerahkan 2 juta buruh melakukan aksi mogok kerja nasional di 30 provinsi dan 150 kabupaten/kota pada 6-8 Desember 2021.

Adapun, mogok nasional akan mengacu kepada Undang-Undang (UU) Nomor 9 Tahun 1998 tentan Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

"Kami tidak menggunakan mogok kerja, tapi mogok nasional, UU Nomor 9 Tahun 1998," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini