Harga Sewa Pesawat Garuda Termahal di Dunia, Erick Thohir Soroti Direksi Tak 'Jago' Nego

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 19 November 2021 19:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 19 320 2504581 harga-sewa-pesawat-garuda-termahal-di-dunia-erick-thohir-soroti-direksi-tak-jago-nego-cBpmb6YVtt.jpg Harga Sewa Pesawat Garuda Tertinggi di Dunia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Citilink Indonesia dinilai mendapat diskriminasi soal harga dan bunga sewa pesawat dari lessor. Adapun bunga sewa pesawat Garuda mencapai 26% atau paling tinggi di dunia.

Hal itu diungkapkan Menteri BUMN Erick Thohir kepada wartawan. Menurutnya, dalam proses pengadaan pesawat, para lessor menyadari harga yang mereka patok tercatat mahal.

Meski begitu, Erick mengakui upaya negosiasi yang dilakukan manajemen kedua maskapai penerbangan pelat merah masih lemah.

Baca Juga: Penerbangan Garuda Indonesia Bakal Langka, Bisnis AP I Ikutan Rugi

"Mungkin lessor-lessor ini menyadari ketika mereka melakukan tadi, diskriminasi harga sewa Indonesia dengan negara lain, tentu apa yang harus kita koreksi? Tentu Direksi-Direksi Garuda juga melek negosiasi, sama juga dengan gonjang-ganjing perubahan ekonomi dunia, kita Menteri-Menteri harus berani yang terdepan melakukan negosiasi untuk bangsa kita," ungkap Erick saat ditemui di kawasan Hotel Indonesia, Jumat (19/11/2021).

Mengikuti langkah Garuda Indonesia, Citilink Indonesia telah melakukan pengembalian 3 armada pesawatnya kepada lessor. Saat ini, Citilink hanya mengoperasikan 44 pesawat dari 61 armada yang dimiliki perseroan.

Bahkan, Thohir mencatat, kemungkinan pengurangan pesawat akan terus dilakukan pemegang saham, bila harga dan bunga sewa pesawat masih tinggi.

Baca Juga: Serahkan Proposal Restrukturisasi Utang Rp139 Triliun, Bos Garuda Paparkan Rencana Bisnis

"Saya sudah cek Citilink, Citilink itu punya 61 pesawat, 3 diambil oleh lessor dan citilink, dan saya sudah bicara dengan Dirut, ya kalau harganya kemahalan di ambil saja. Tetapi Citilink dari 61 pesawat, 3 diambil lessor, masih ada 14 yang maintenance, 44 masih terbang," katanya.

Sementara, Armada pesawat yang dioperasikan Garuda Indonesia terus mengalami penyusutan. Saat ini, jumlah pesawat yang digunakan emiten penerbangan pelat merah itu mencapai 125 pesawat.

Adapun rincian 125 armada tersebut terdiri dari 6 pesawat milik Garuda Indonesia dan 119 merupakan pesawat sewa. Jumlah itu berkurang dari total pesawat yang dioperasikan sebelumnya.

Di mana, pada Juni 2021 total armada perusahaan tercatat sebanyak 142, terdiri atas 136 pesawat sewa dan 6 pesawat milik Garuda. Dengan begitu, jumlah pesawat sewa mengalami pengurangan hingga 11 armada.

(fbn)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini