BOGOR - Harga cabai naik jelang akhir tahun. Bahkan, ada harga cabai kini menembus Rp56.000 per kilogram (kg). Fenomena mahalnya harga pangan kembali terjadi yang membuat emak-emak menjerit.
Berdasarkan pantauan MNC Portal Indonesia, Minggu (21/11/2021) di Pasar Dramaga, Bogor, hampir semua jenis harganya naik mulai dari cabai rawit merah, cabai besar merah, cabai rawit hijau, cabai besar hijau, hingga cabai keriting baik hijau maupun merah.
Seorang pedagang, Azmi (21) mengatakan, untuk harga cabai mengalami kenaikan sejak dua hari belakangan. Harga tersebut naik merata hingga selisihnya ada yang mencapai Rp 32.000 per kilogramnya.
"Harga cabai udah naik semua. Cabai rawit merah per kilogramnya Rp36.000, sebelumnya Rp24.000. Cabai hijau besar tadinya Rp28.000, sekarang Rp36.000. Sementara cabai keriting sekarang dijual Rp56.000, sebelumnya cuma Rp24.000. Sedangkan cabai merah besar dijual Rp48.000, sebelumnya Rp 24.000," kata Azmi.
Baca Juga: Harga Cabai Keriting di Pasar Tradisional Naik
Menurutnya, naiknya harga cabai karena sudah masuk musim penghujan. Oleh karena itu, dirinya tidak kaget jika harga cabai melonjak signifikan. "Ini karena sudah masuk musim penghujan, jadi harga cabai mulai naik," ujarnya.

Azmi memprediksi naiknya harga cabai ini akan terus berlangsung hingga Natal dan Tahun Baru (Nataru). Diakuinya, kenaikan pada periode tersebut sudah pola tiap tahun.
Akibat dari naiknya harga cabai, pembeli memilih untuk mengurangi jumlah pembelian. Dia menyebut, biasanya pelanggannya beli satu kilogram, namun sekarang hanya membeli seperlunya.
"Pelanggan jadi ngeluh kalau beli cabai di sini. Biasanya mereka beli satu kilogram, sekarang belinya cuma Rp5.000-an aja," ujarnya.
Di sisi lain perempuan berusia 21 tahun ini juga mengatakan bahwa harga komoditas yang mengalami kenaikan di tokonya bukan hanya cabai saja, melainkan minyak goreng kemasan juga turut melonjak. Akibatnya, dirinya lebih memilih untuk tidak menyediakan stok banyak. Sebab, dia bilang, pembeli minyak goreng kemasan pun juga ikut menurun.
"Minyak goreng kemasan juga naik nih sekarang, satu liternya Rp 20.000. Sebelumnya Rp15.000. Jadi stok juga sengaja nggak saya tambahin. Tinggal segini aja (11 buah) yang ada di rak. Minyak goreng merek Filma aja sisa satu. Kalaupun nanti nambah pun sedikit-sedikit aja," ucapnya sambil menunjukkan stok minyak di rak tokonya.
Sementara itu, pedagang lainnya, Neli (38) juga menyampaikan bahwa harga cabai naik merata. Perihal tersebut, pendapatan dirinya pun ikut menyusut, alhasil dia kesulitan membayar upah karyawannya.
"Semua cabai naik sekarang. Kayak ini aja cabai merah keriting sekarang udah Rp50.000 sekilonya. Kalau cabai besar baik itu merah maupun hijau Rp40.000 sebelumnya cuma Rp20.000 per kilogramnya," katanya.
"Pembeli jadi ngeluh harga naik semua. Kita sebagai penjual juga pendapatannya jadi berkurang banget. Ambil untungnya tuh paling Rp500-Rp1.000. Belum lagi buat bayar karyawan," ujarnya.
Neli menambahkan, semenjak harga cabai di tokonya naik, salah satu pelanggan setianya menurunkan jumlah pembelian. Biasanya, dia bilang, pelanggannya tersebut membeli sebanyak 13-14 kilogram, kini hanya membeli 10 kilogram.
"Sudah dua hari ini pelanggan setia saya belinya menurun. Biasa beli 13-14 kilogram jadi cuma beli 10 kilogram," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.