Share

Urus Sertifikasi Halal Beres 21 Hari, Ini Prosesnya

Erlinda Septiawati, Okezone · Senin 22 November 2021 08:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 22 320 2505385 urus-sertifikasi-halal-beres-21-hari-ini-prosesnya-ir5XSW54oH.jpg Sertifikat Halal UMKM. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Proses sertifikasi halal bagi pelaku usaha dari yang awal mengajukan sampai menerima e-sertifikat bisa didapat dalam waktu 21 hari.

Ada tiga lembaga yang ikut berperan dalam kelancaran pembuatan sertifikasi halal, yakni Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Baca Juga: Pentingnya UMKM Miliki Sertifikasi Halal

“Kami BPJPH, LPH, dan MUI itu oleh undang-undang dan oleh peraturan pemerintah diberi mandat waktu 21 hari untuk menyelesaikan semua itu,” kata Mastuki, Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal Kementerian Agama dalam Special Dialogue Okezone di Jakarta, Senin (22/11/2021).

Menurutnya, ketiga komponen tersebut memiliki waktu tersendiri dalam menyelesaikan tugas bagiannya dari mulai pendaftaran hingga penerbitan sertifikasi halal.

Baca Juga: Urus Sertifikat Halal UMKM Kini Lebih Mudah dan Cepat

“Semua itu dari mulai daftar. Kemudian dilakukan verifikasi, kemudian dilakukan istilah audit, pemeriksaan terhadap produk itu oleh LPH itu 15 hari, dikasih waktu 15 hari. Dan untuk MUI juga diberi waktu 3 hari dan BPJPH diberi waktu lagi 2 hari maksimal sudah harus terbit,” jelasnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Namun, tidak semua pengajuan sertifikasi halal dapat ditempuh dalam kurun waktu 21 hari. Hal ini bisa disebabkan adanya kendala baik pada pihak BPJPH ataupun di pelaku usaha.

“Nah, masa transisi ini kami memang belum sepenuhnya semua proses itu bisa 21 hari. Karena apa? 21 hari itu kadang ada kendala di dua pihak, kendala di kami tapi juga kendala di pelaku usaha,” ujarnya.

Kata dia, contoh kendala di BPJPH misalnya koordinasi, kemudian jika ada audit yang belum selesai dapat berakibat pada yang lain.

Sedangkan, terkait dengan pelaku usaha biasanya responsifnya cepat atau tidak ketika ada perubahan karena bisa jadi saat diaudit itu ada perubahan.

Maka, apabila ada tambahan dokumen yang diperlukan jika lambat mengirim, proses sertifikasi halal akan mundur.

“Ada permintaan tambahan dokumen atau data. Nah kalau cepat karena ini menggunakan link semua di online itu yang cepat akan cepat, tapi yang biasanya sampai menunggu seminggu loh kok belum ada apa tambahan ini, dokumennya kok belum di submit misalnya yaudah itu jadi mundur,” pungkasnya.

Sebagai informasi, jangka waktu bisa saja kurang dari 21 hari atau lebih dari 21 hari bila proses auditnya cepat. Jadi, kalau terjadi kendala ada penambahan waktu 10 hari atau maksimal 15 hari, sehingga bisa mencapai 35 - 40 hari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini