Urus Sertifikat Halal UMKM Kini Lebih Mudah dan Cepat

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Senin 22 November 2021 08:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 22 320 2505378 urus-sertifikat-halal-umkm-kini-lebih-mudah-dan-cepat-zOkfoctshl.jpg Sertifikat Halal UMKM. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dimudahkan dalam proses mendapatkan sertifikasi halal MUI.

Tahun ini, pengajuan sertifikat halal ke Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) semakin cepat dan mudah.

Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal Kementerian Agama (Kemenag), Mastuki menyebut, sejak memulai layanan pada Oktober 2019, BPJPH hingga kini telah mengalami berbagai pembenahan.

Baca Juga: Pentingnya UMKM Miliki Sertifikasi Halal

"BPJPH pada saat menyelenggarakan itu memang serba terbatas semua, SDM (sumber daya manusia) terbatas, tadi di 34 provinsi masih tidak bisa mengakses ke kabupaten, kemudian yang ketiga soal online base-nya ini yang belum ada," ujarnya dalam Special Dialogue bersama Okezone, Senin (22/11/2021).

Mastuki mengatakan, pihaknya sangat menyadari kendala-kendala yang telah terjadi dalam BPJPH dalam melayani pengajuan sertifikasi halal. Terlebih, saat itu BPJPH masih menggunakan sistem manual sehingga terjadi kemacetan proses di mana-mana.

Operasional BPJPH saat itu juga masih mengharuskan pelaku usaha membawa langsung berkas pengajuan ke lokasi satuan tugas atau pusat.

Baca Juga: Jenis Obat-obatan dan Kosmetik Wajib Bersertifikat Halal

"Pastilah akses untuk mencapai Kementerian Agama di provinsi, apalagi kalau udah di kabupaten atau bahkan sampai kecamatan dan desa, itu pastilah susah," kata Mastuki

Menurut Mastuki, belum tersedianya online base atau basis online pada layanan BPJPH menjadi salah satu kendala yang membatasi proses sertifikasi halal. Proses manual yang dianut dalam pelayanan pihaknya saat itu bisa memakan waktu empat hingga enam bulan.

"Kemarin ini ada beberapa akibat dari sistem yang belum sepenuhnya mendukung, itu beberapa bulan delay," pungkasnya.

Acuh pada kesulitan tersebut, Mastuki pun meminta maaf pada para pelaku usaha yang pernah mengalami langsung kendala pengajuan sertifikasi halal pada 2019-2020.

"Kami mewakili BPJPH, mohon maaf betul kalau Bapak/Ibu ada selama ini mungkin secara langsung pernah mengalami. Kami mohon maaf," ujarnya sambil merekatkan kedua tangan sebagai tanda permohonan maaf.

Setelah berbagai kesulitan selama 11 bulan tersebut, BPJPH mulai membenahi sistem. Dengan tetap mengoperasikan layanan, badan itu memberlakukan "intervensi" terhadap syarat-syarat, prioritas kepada UMK dan layanan di daerah, hingga SDM yang lebih maksimal.

"Alhamdulillah, kami sampaikan bahwa sejak Januari 2021, relatif ini sudah berjalan (atau) running bagus," kata Mastuki.

Mastuki menganggap, implikasi layanan BPJPH jauh lebih baik dengan adanya sistem elektronik dan aplikasi yang aksesibel. Menurutnya, percepatan layanan meningkat secara luar biasa sehingga kini terdapat 32 ribu pelaku usaha yang terdaftar.

"Itu sudah aksesibel dan percepatannya luar biasa. Kami sekarang sudah 32 ribu pelaku usaha yang mendaftar di kami," ujarnya.

Mastuki beranggapan bahwa sistem online yang diberlakukan melalui situs aplikasi SI Halal (Sistem Informasi Halal) sudah mencukupi dan menutup kerumitan yang terjadi sebelumnya.

Adapun pelaku usaha yang berniat mengajukan sertifikasi halal UMKM secara daring, dapat melakukannya melalui situs SI Halal pada https://ptsp.halal.go.id/ tanpa perlu mendatangi lokasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini