Sri Mulyani: Vaksinasi Covid-19 RI di Peringkat 5 Dunia

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 23 November 2021 18:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 320 2506316 sri-mulyani-vaksinasi-covid-19-ri-di-peringkat-5-dunia-Sfj8zuYWf7.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani menyatakan Indonesia menduduki peringkat kelima di dunia sebagai negara dengan capaian vaksinasi covid-19 terbanyak mencapai 225,57 juta dosis.

Kemudian, kata dia, pemerintah akan terus berkomitmen untuk mempercepat vaksinasi untuk mencapai target kekebalan kelompok atau herd immunity. Sedangkan untuk vaksinasi global saat ini tercatat mencapai 7,61 miliar dosis di 184 negara.

"Kalau vaksinasi sekarang (Indonesia) di rangking kelima dunia, jumlah vaksinasi harus ditingkatkan per hari,” kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (23/11/2021).

Baca Juga: Sri Mulyani Pamer Inflasi RI Lebih Baik dari AS

Adapun, masyarakat yang sudah mendapatkan dosis vaksin sebanyak 1 kali sebanyak 133,40 juta atau 49,375 dari populasi dan baru 64,05% dari target.

Lalu, masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin sebanyak 2 kali dosis atau komplet mencapai 87,96 juta atau 32,55% dari populasi dan 42,245 dari target. Selanjutnya untuk booster tercatat baru 1,20 juta atau 0,44% dari populasi.

Baca Juga: Tersisa 1 Bulan Realisasi Belanja APBD Baru 59%, Terbanyak untuk Gaji PNS dan Guru

"Ini gambaran kita belum mengalami imunitas kekebalan kelompok yang memadai untuk jaga masyarakat kita. Jadi saat ini akselerasi vaksinasi terus dilakukan diharapkan mencapai 2 juta per hari. Sehingga dibutuhkan mobilisasi berbagai kementerian dan," katanya.

Dia menambahkan realisasi vaksinasi per daerah dosis pertama di setiap Provinsi berbeda-beda. Untuk akselerasi dosis pertama di Jakarta mencapai 106,5%, Bali 79,6% dan Kepulauan Riau mencapai 70,7%.

Sedangkan untuk Provinsi Papua Barat baru 27,7% masyarakat yang mendapatkan dosis pertama, kemudian Aceh mencapai 27,4% dan Papua sebesar 15,4% sehingga ini masih perlu ditingkatkan.

"Bahkan dosis kedua lengkap di daerah daerah tersebut masih pada level dibawah 20%. Ini gambarkan meski sudah memasuki tahun kedua dari covid-19, tugas kita belum selesai menghadapi covid, dan melindungi masyarakat dan kawal pemulihan ekonomi nasional," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini