PADANG - Proyek jalan Tol Trans Sumatera menjadi salah satu penyelamat di tengah penurunan produksi industri semen akibat virus corona.
Direktur Keuangan Semen Padang Tubagus Muhammad Dharur mengakui, penurunan produksi semen karena pandemi dan selesainya beberapa proyek infrastruktur. Namun demikian, Semen Padang bisa bertahan dan terbantu dengan proyek Tol Trans Sumatera.
"Selama pandemi produksi semen ini salah satu bisa dikata kita bangun Trans Sumatera. Tapi pasar ritel tidak berpengaruh (terhadap produksi) di Sumatera," Wisma Indarung, Semen Indonesia Group, Padang, Rabu (24/11/2021).
Baca Juga: 4 Fakta Menarik Tommy Soeharto Bangun Rest Area 4.0 Pertama di RI
Semen Padang bersama Semen Indonesia Group (SIG) juga melakukan upaya lain guna mempertahankan kinerja di tengah pandemi. Cara dengan memaksimalkan ekspor semen setengah jadi (klinker), semen jadi dan pasar di wilayah Sumatera.
"Antisipasinya bagaimana di SIG ekspor. Sebagian sudah ekspor semen ke Australia. Jadi itu antisipasi kita mepertahankan kinerja selama pandemi," ujarnya.
Semen Padang tercatat melakukan ekspor klinker ke Asia Selatan seperti Bangladesh. Sedangkan ekspor semen jadi ke Australia.
Sementara untuk 2022, Semen Padang optimis melihat pemulihan ekonomi Indonesia. Perbaikan yang telah dilakukan dalam mengatasi Covid diyakini mendorong kinerja perusahaan tahun depan.
"Kami melihat masih optimis ya. Kalau kita lihat tingkat ekonomi dan perkembangan dari pandemi kelihatan turun. Seiring perbaikan ekonomi kita harap di bisnis semakin membaik," ujarnya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.