Sumber Kekayaan Ahok, Hartanya Naik Rp9 Miliar Usai Jadi Komut Pertamina

Erlinda Septiawati, Jurnalis · Kamis 25 November 2021 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 25 320 2507275 sumber-kekayaan-ahok-hartanya-naik-rp9-miliar-usai-jadi-komut-pertamina-8dFowBMUOT.jpg Sumber Kekayaan Ahok (Foto: Instagram/@btp)

JAKARTA – Daftar sumber kekayaan Ahok. Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mempunyai segelintir aset kekayaan yang bernilai hingga miliaran Rupiah.

Diketahui, Ahok kini menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) sejak 22 November 2019. Dengan gaji yang diperoleh sebesar Rp170 juta per bulan.

Sebelum itu, dia pernah menjadi Bupati Belitung Timur. Kemudian, menduduki kursi sebagai anggota DPR RI hingga puncak kariernya menduduki posisi Gubernur DKI Jakarta.

Baca Juga: Toilet di SPBU Pertamina Bayar Rp2.000, Ahok: Tanya ke Dirut

Latar belakang Ahok, selain politikus juga dikenal sebagai pengusaha tambang dengan perusahaan yang beroperasi di Bangka Belitung.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 30 April 2020, jumlah harta kekayaan yang dimiliki Ahok sebesar Rp50,1 miliar. Dalam laporan terbaru terjadi kenaikan sekitar Rp9 miliar, harta kekayaan Ahok mencapai Rp59,3 miliar.

Berikut sumber kekayaan Ahok seperti dikutip berbagai sumber, Jakarta, Kamis (25/11/2021).

1. CV Panda (PT Timah)

Setelah menyelesaikan studinya dengan gelar Sarjana Teknik Geologi (Insinyur geologi) pada tahun 1989, Ahok pulang ke kampung halamannya di Belitung dan menetap.

Kemudian, dia mendirikan perusahaan CV Panda yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan PT Timah.

Berselang dua tahun, untuk menjadi pengelolah mineral dirinya memutuskan kuliah S2 bidang manajemen keuangan di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya Jakarta.

 

2. PT Nurindra Ekapersada

Perusahaan ini didirikan pada tahun 1992, bergerak di bidang pengolahan pasir kuarsa. Lalu, dia juga membangun pabrik pengolahan di Dusun Burung Mandi, Desa Mengkubang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur.

Pabrik pengolahan pasir kuarsa pertama yang dibangun di Pulau Belitung ini memanfaatkan teknologi Amerika dan Jerman. Lokasi pembangunan pabrik merupakan kawasan industri dan pelabuhan samudra, disebut dengan Kawasan Industri Air Kelik (KIAK).

3. Hotel di Belitung Timur

Ada pula, bisnis perhotelan bernama Hotel Purnama Belitung. Lokasinya berada persis di belakang rumah keluarganya dan mempunyai 12 kamar.

Dimana kabar beredar, hotel ini berawal dari garasi mobil atas pesan mendiang ayahnya bahwa garasi tersebut dapat digunakan sebagai tempat penginapan.

4. Properti

Selain itu, Ahok juga memiliki berbagai aset properti untuk investasi. Menurut laporan yang dirilis KPU pada 2017, ada 16 harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan yang banyak terletak di Kabupaten Belitung Timur.

Terdapat lima bidang tanah seluas masing-masing 18.000 m2, hasil sendiri dari tahun 1999 hingga 2001, ditotal senilai Rp900 juta. Selanjutnya, masih di Kabupaten Belitung Timur, dia memiliki tanah seluas 1.245 m2 senilai Rp58,5 juta.

Lalu, tanah seluas 1.850 m2 senilai Rp86,95 juta dan sebidang tanah 292 m2 senilai Rp10,5 juta. Kepemilikan yang berasal dari 2000 hingga 2001. Sedangkan, tanah dan bangunan seluas 130.000 m2/168 m2, hasil sendiri pada tahun 1999 hingga 2001 senilai Rp1,5 miliar.

Tercatat tahun 2001, dirinya membeli empat properti dari hasil sendiri, bukan berasal dari hibah atau warisan yakni, tanah dan bangunan seluas 650 m2/63 m2 di Belitung Timur senilai Rp66 juta. Ada juga tanah dan bangunan seluas 333 m2/42 m2 senilai Rp 46,1 juta, tanah seluas 297 m2 senilai Rp84 Juta, tanah dan bangunan seluas 720m2/63 m2 senilai Rp64,2 juta.

Selain di Belitung Timur, Ahok juga berbisnis properti di sisi utara Jakarta. Dia memiliki bangunan seluas 60 m2 di wilayah Jakarta Utara, yang dibelinya tahun 2009, hasil sendiri senilai Rp678 juta. Setelah itu, tanah dan bangunan seluas 200 m2/272 m2 yang diperolehnya dari tahun 1991 sampai 1995, dengan harga jual Rp2,3 miliar.

Pada tahun 2011, Ahok juga membeli tanah dan bangunan seluas 527 m2/510 m2 senilai Rp10,9 miliar.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini