Share

5 Fakta Kecurangan SKD CPNS, 255 Peserta Didiskualifikasi

Erlinda Septiawati, Jurnalis · Sabtu 27 November 2021 03:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 26 320 2507862 5-fakta-kecurangan-skd-cpns-255-peserta-didiskualifikasi-59Kn5PSDLl.jpg Tes SKD CPNS (Foto: Instagram BKN)

JAKARTA – Badan Kepegawaian Negara (BKN) dibantu Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) telah melakukan audit forensik dan audit trail terkait tindak kecurangan ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Tahun 2021.

Meski hal ini dilakukan saat pelaksanaan rangkaian seleksi CASN yang masih berjalan ke tahapan selanjutnya. Data menunjukkan 225 peserta SKD melakukan kecurangan yang nantinya akan didiskualifikasi.

Simak lima fakta kecurangan SKD CPNS, ada 255 peserta didiskualifikasi, seperti yang telah dirangkum oleh Okezone, di Jakarta, Sabtu (27/11/2021).

Baca Juga: Ketahuan Deh! 225 Peserta SKD CPNS Terbukti Curang Didiskualifikasi, Ada Tandanya

1. Ada 225 Peserta Didiskualifikasi

Kepala Biro Humas Hukum dan Kerja Sama BKN Satya Pratama mengatakan bahwa terhitung sudah ada 225 peserta SKD yang terbukti curang diputuskan untuk didiskualifikasi.

“Daftar nama-nama peserta tersebut diumumkan lewat masing-masing instansi melalui pengumuman hasil SKD, peserta curang diberi tanda DIS (diskualifikasi) di kolom pengumumannya,” katanya.

2. Kecurangan Terjadi di 9 Titik Lokasi

Diketahui 225 peserta yang sudah dinyatakan curang ini ditemukan di 9 titik lokasi SKD, tepatnya di Sulawesi dan Lampung.

Baca Juga: Ini Jadwal Terbaru dan Aturan Main SKB CPNS 2021

“Dari total 2 juta peserta seleksi, 225 peserta di antaranya atau sekitar 0,01% terbukti curang, dengan temuan di 9 titik lokasi SKD yang berada di wilayah Sulawesi dan Lampung,” ujarnya.

3. Penelusuran BKN dan BSSN

Satya menjelaskan bahwa BKN bersama BSSN masih terus bergerak melakukan audit forensik dan audit trail, yakni mengaudit seluruh tilok seperti pemeriksaan perangkat seleksi dan CCTV, termasuk audit terhadap aktivitas peserta selama mengikuti seleksi, mulai dari registrasi, klik mulai ujian, sampai dengan selesai ujian dengan teknologi AI di server CAT BKN.

4. Adanya Modus Remote Access

Modus kecurangan yang dilakukan peserta dideteksi melalui forensik digital BKN bersama BSSN, yakni dengan menelusuri pola pengerjaan ujian peserta di server CAT BKN.

Berdasarkan hasil sementara, ditemukan indikasi kecurangan dengan modus remote access. Satya menyebutkan angka temuan memungkinkan untuk bertambah karena proses penyidikan juga masih berjalan di tengah tahapan seleksi yang masih berlangsung.

5. Sanksi Tindak Kecurangan

Di mana, jika pada kesempatan lainnya ditemukan kecurangan bagi peserta akan mendapatkan sanksi berupa didiskualifikasi.

“Jika pada temuan-temuan berikutnya, peserta yang terbukti curang telah sampai pada tahapan SKB atau mungkin sudah dinyatakan lulus dan mendapatkan NIP, akan diberlakukan konsekuensi serupa, yakni didiskualifikasi,” tandasnya.

Sementara itu, oknum penyelenggara yang terlibat akan dikenakan hukuman disiplin sesuai Peraturan Pemerintah 49 Tahun 2021 dan pihak oknum yang berstatus non-ASN akan ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini