Share

Pengakuan Erick Thohir Tutup 70 BUMN

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Minggu 28 November 2021 10:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 28 320 2508541 pengakuan-erick-thohir-tutup-70-bumn-oavGIeUXaA.jpg Erick Thohir (Foto: Dok BUMN)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir telah menutup 70 BUMN. Penutupan BUMN ini masuk dalam agenda perampingan yang di mana jumlah BUMN terlalu banyak sehingga tidak efisien dan justru merugikan negara.

70 BUMN yang dibubarkan sudah dilakukan sejak 2008 karena efisiensi bisnis. Dari 142 BUMN kini tersisa 41 perusahaan saja. Sedangkan jumlah klaster yang tadinya tercatat ada 27 dikurangi menjadi 12.

"Kita sekarang terus menutup BUMN yang enggak efisien, kita sudah tutup 70 BUMN ya dan kita akan terus lakukan," ujar Erick saat gelaran Globalization And Digitalization: Strategi BUMN Pasca Pandemi, dikutip Minggu (28/11/2021).

Baca Juga: Erick Thohir: Banyak Pimpinan BUMN yang Saya Bersihkan

Menurut Erick Thohir, jumlah BUMN masih terlalu banyak. Karena itu, jumlah perusahaan akan terus dirampingkan. Salah satu skema perampingan yang direncanakan berupa swastanisasi terhadap BUMN yang pendapatannya rendah di bawah Rp50 miliar.

Erick Thohir menambahkan, BUMN dengan tingkat revenue di bawah standar akan akan dijual ke pihak swasta. Sebaliknya, pemerintah akan fokus pada perusahaan dengan income triliunan rupiah.

Rencana itu pun akan direalisasikan pasca Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan pemerintah mengesahkan revisi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN. Saat ini proses pembahasan naskah akademik revisi UU masih dibahas.

Di lain sisi, dia juga memastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) saat terjadi pembubaran BUMN. Justru, pemegang saham akan terus menambah lapangan kerja baru.

"Kita tidak melakukan lay off (pengurangan karyawan), tetapi jobdesk ditambahkan. Tadinya dia berada di kantor, harus keluar sebagai sales," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini