Share

Jangan Sembarangan Sebar Data Pribadi, Waspada Penipuan Online Bisa Kuras Tabungan

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Minggu 28 November 2021 22:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 28 622 2508536 jangan-sembarangan-sebar-data-pribadi-waspada-penipuan-online-bisa-kuras-tabungan-53gTCwFBlp.jpg Jangan Sembarangan Sebar Data Pribadi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Masyarakat diminta lebih waspada dengan maraknya modus penipuan online. Masyarakat pun jangan sembarangan menyebar data pribadi di media sosial.

Sebab, jika sembarangan menyebar data pribadi maka berpotensi disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Aku share beberapa financial data red flags yang perlu kamu waspadai. Bahkan sebisa mungkin hindari saat sharing potential private information: termasuk screenshot potonya ya kaaaa,” tulisPerencana keuangan dan CEO Zap Finance Prita Hapsari Ghozie dalam akun Intagram pribadinya @pritaghozie, Jakarta, Minggu (28/11/2021).

 

Baca Juga: Mengatur Keuangan untuk Anak, Bagaimana Caranya?

Modus penipuan yang sering dilakukan secara online, salah satunya pinjaman online (pinjol) ilegal. Adapun sebagian besar penipuan selalu berkaitan dengan uang.

“Pahami bahwa penipuan di dunia digital itu hampir selalu berkaitan dengan uang. Bener ga? (Heran yaaa, kalo udah soal duit, rasanya kayak pada ga takut Tuhan deh),” tulisnya.

Lalu, apa saja red flags tersebut? Berikut ini financial data red flags yang perlu diwaspadai.

 

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!


1. Jejak Digital Akan Selalu Ada

Meskipun kita menghapus sebuah postingan, namun saat ter-upload maka tidak ada yang bisa memastikan apakah sudah ada yang save, capture, dan lainnya. Itu sebabnya, menurut SiberKreasi, penting sekali untuk:

- Bijak sebelum posting maupun menulis komen: apakah ada manfaatnya, apakah bisa disalahgunakan di kemudian hari? dan lainnya.

- Pelajari aturan privasi di dalam perangkat tersebut. Kemudian, pastikan untuk tidak mengizinkan aplikasi yang akan “menarik” data pribadi tanpa sepengetahuan diri sendiri.

 

2. Waspada Kirim Data Pribadi

Menurut Aftech, hati-hati jika kita menyebarkan data terkait:

- Tanggal lahir: termasuk untuk keluarga, apalagi ibu kandung.

- Foto KTP + selfienya.

- Tanda tangan/tulisan tangan secara digital-> ini juga sempat ada Add Yours-nya lho!

- Kartu kredit + 3 nomor CVC dan expiry date.

Waspada, saat sharing data-data ini di media sosial, bisa dipakai untuk bobol PIN, password, atau lainnya.

 

3. Jangan Mudah Tergiur Penawaran

Saat mulai bertransaksi dengan financial technology, Satgas Waspada Investasi mengajarkan untuk selalu berpegang pada 2L, yaitu Logis dan Legal. Pastikan hanya bertransaksi dengan fintech legal dan memberikan imbal hasil yang logis.

“Media sosial memang seharusnya bisa menjadi tempat untuk berkreasi dan berekspresi. Namun, jangan sampai media sosial berujung petaka dan mengganggu kesehatan mental serta finansial. Mari bijak dalam berperilaku digital, mulai hari ini,” kata Prita.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini