Share

Jaga Ekonomi RI, Sri Mulyani Siap Hadapi Covid-19 Varian Omicron

Michelle Natalia, Jurnalis · Senin 29 November 2021 14:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 320 2509056 jaga-ekonomi-ri-sri-mulyani-siap-hadapi-covid-19-varian-omicron-YpFMOYjUik.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai keberhasilan pemerintah Indonesia mengendalikan varian Delta dan terpeliharanya kewaspadaan dan disiplin penerapan protokol kesehatan dan kehati-hatian diharapkan akan menjadi bekal kuat dalam menghadapi munculnya varian baru Omicron Covid-19.

"Langkah pemulihan ekonomi dengan menggunakan instrumen APBN sejak tahun 2020 dan 2021 telah berhasil mendukung penanganan dan pengendalian Covid-19, serta melindungi rakyat melalui bantuan sosial yang diperluas dan mendorong pemulihan ekonomi baik UMKM maupun korporasi," ujarnya, dalam Penyerahan DIPA dan Buku Daftar Alokasi TKDD Tahun 2022 oleh Presiden Jokowi secara virtual di Jakarta, Senin (29/11/2021).

Baca Jugta: Waspada! Corona Varian Baru Mematikan. Selengkapnya di iNews Siang

Dia mengatakan bahwa pihaknya menyadari bahwa kerjasama yang baik antara pemerintah dengan DPR telah mampu menghasilkan APBN yang responsif, tangguh, serta dinamis sehingga dapat meminimalkan dampak risiko pandemi COVID-19 dengan melindungi rakyat dan perekonomian Indonesia secara optimal.

Baca Juga: Komentari Varian Baru Covid-19 Omicron, IDI: Indonesia Jangan Jemawa Dulu

"Kami berterima kasih juga atas kesediaan Presiden Joko Widodo yang telah menyerahkan DIPA kepada perwakilan Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah, serta arahannya dalam acara ini sehingga APBN sebagai instrumen yang sangat penting di dalam pembangunan dapat dilaksanakan dengan tepat waktu, tepat sasaran, tepat kualitas, dan akuntabel untuk memulihkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat," ujar Sri.

Dia mengatakan, pemulihan ekonomi global maupun domestik memasuki tahun 2022 masih tidak merata. Dan bahkan, tidak pasti, sejalan dengan perkembangan pandemi yang terus bermutasi dan masih mengancam seluruh negara di dunia.

"Pemulihan ekonomi tahun 2022 dibarengi munculnya risiko baru yang harus dikelola seperti volatilitas harga komoditas, tekanan inflasi dan implikasi kenaikan suku bunga di negara maju, terutama AS, rebalancing ekonomi Tiongkok, serta disrupsi rantai pasok dan dinamika geopolitik," ungkap Sri.

Meski menghadapi dinamika ketidakpastian, sambung Sri, perekonomian Indonesia pada tahun 2022 diproyeksikan akan melanjutkan pemulihan yang makin kuat. Penanganan pandemi yang efektif berhasil mengendalikan varian Delta dengan lebih cepat sehingga aktivitas perekonomian kembali meningkat pada kuartal IV 2021.

"Kasus harian Covid-19 telah menurun, progres vaksinasi pada akhir tahun 2021 dapat mencapai 284,3 juta atau 52,6% penduduk dengan asumsi vaksinasi 1,5 juta dosis per hari. Apabila vaksinasi dapat dilaksanakan 2 juta dosis per hari, maka pada akhir 2021 akan mencapai 301,8 juta dosis atau 55,9% penduduk," ungkap Sri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini