Dia mengatakan, pemulihan ekonomi global maupun domestik memasuki tahun 2022 masih tidak merata. Dan bahkan, tidak pasti, sejalan dengan perkembangan pandemi yang terus bermutasi dan masih mengancam seluruh negara di dunia.
"Pemulihan ekonomi tahun 2022 dibarengi munculnya risiko baru yang harus dikelola seperti volatilitas harga komoditas, tekanan inflasi dan implikasi kenaikan suku bunga di negara maju, terutama AS, rebalancing ekonomi Tiongkok, serta disrupsi rantai pasok dan dinamika geopolitik," ungkap Sri.
Meski menghadapi dinamika ketidakpastian, sambung Sri, perekonomian Indonesia pada tahun 2022 diproyeksikan akan melanjutkan pemulihan yang makin kuat. Penanganan pandemi yang efektif berhasil mengendalikan varian Delta dengan lebih cepat sehingga aktivitas perekonomian kembali meningkat pada kuartal IV 2021.
"Kasus harian Covid-19 telah menurun, progres vaksinasi pada akhir tahun 2021 dapat mencapai 284,3 juta atau 52,6% penduduk dengan asumsi vaksinasi 1,5 juta dosis per hari. Apabila vaksinasi dapat dilaksanakan 2 juta dosis per hari, maka pada akhir 2021 akan mencapai 301,8 juta dosis atau 55,9% penduduk," ungkap Sri.
(Feby Novalius)