Share

Kantongi Laba Rp61 Triliun, Erick Thohir Pede Penilaian Masyarakat ke BUMN Positif

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 29 November 2021 18:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 320 2509211 kantongi-laba-rp61-triliun-erick-thohir-pede-penilaian-masyarakat-ke-bumn-positif-kLnAqAWzYk.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir membeberkan kinerja positif BUMN yang membuat persepsi publik terhadap eksistensi perusahaan pelat merah semakin baik. Indikator keberhasilan terlihat dari laba bersih BUMN.

Pada kuartal III-2021, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp61 triliun. Jumlah itu naik signifikan dibandingkan tahun 2020 yakni Rp13 triliun.

Baca Juga: Erick Thohir Tak Mau Bisnis BRI dan Mandiri Ada di Kolam yang Sama

Keberhasilan tersebut, kata dia, hasil dari transformasi bisnis model hingga penempatan sejumlah kalangan profesionalitas di pucuk struktur manajemen BUMN.

"Saya yakin 2 tahun terakhir ini kita bekerja luar biasa. Buktinya apa? Kalau kita lihat persepsi publik terhadap BUMN sekarang makin positif. Hasil keuangan terlihat, dengan efisiensi dengan perubahan bisnis model, dengan mengangkat orang-orang profesional laba bersih terkonsolidasi BUMN tahun kemarin Rp13 triliun, hari ini kuartal III (2021) sudah Rp61 triliun," ujar Erick, Senin (29/11/2021).

Dari arsip pemberitaan MNC Portal Indonesia, kinerja BUMN di Semester I-2021 cukup baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peda periode itu, laba bersih korporasi pelat merah yang mencapai 356%.

Baca Juga: Muncul Varian Omicron, Erick Thohir Minta BUMN Lakukan Hal Ini

Laba bersih BUMN tercatat sebesar Rp5,77 triliun pada semester I-2020. Angkanya kemudian meningkat menjadi Rp26,35 triliun pada Januari-Juni 2021. Kinerja baik tersebut tentu menjadi salah satu bukti, program perusahaan plat merah berhasil.

Ekonom sekaligus pengajar Perbanas Institut, Piter Abdullah menilai, salah satu yang mendorong kinerja perusahaan BUMN semakin baik didukung beberapa faktor. Antara lain, perubahan harga komoditas, penanganan pandemi yang semakin baik, juga peningkatan di sektor kesehatan, telekomunikasi, yang berujung pada kenaikan kinerja. Misalnya, BUMN sektor tambang, kinerja makin baik didorong kenaikan harga komoditas.

Dia menilai kenaikan kinerja selain karena faktor perbaikan pengelolaan, juga didorong sektor komoditas yang membaik di masa pandemi. Dia yakin, dengan perbaikan maka BUMN akan mempertahankan kinerja. Tak bisa dipungkiri, masih ada beberapa BUMN yang perlu diperbaiki. "Termasuk juga indikator-indikator penyediaan lapangan kerja, dan sumbangsih terhadap kesejahteraan masyarakat. Mungkin yang paling bisa diapresiasi walaupun labanya tidak ada adalah program BBM satu harga Pertamina serta keberhasilan BUMN karya membangun berbagai infrastruktur," kata Piter. Menurutnya, kenaikan laba bersih BUMN tentu bisa dibaca sebagai perbaikan, namun juga jadi tantangan apakah akan terus mampu dipertahankan mengingat perbaikan kinerja lebih disokong perbaikan harga komoditas.
1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini