Pengusaha Hotel dan Restoran Khawatirkan Dampak Virus Varian Omicron

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Selasa 30 November 2021 10:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 30 320 2509467 pengusaha-hotel-dan-restoran-khawatirkan-dampak-virus-varian-omicron-fjBbZ2O66m.jpg Virus Covid-19 Varian Omicron (Foto: Okezone)

JAKARTA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta mengatakan bahwa langkah pemerintah untuk melakukan pembatasan terhadap munculnya varian covid-19 baru di Indonesia sudah tepat dan sesuai.

Menurut Ketua Badan Pimpinan Daerah PHRI DKI Jakarta Sutrisno Iwantono, pembatasan oleh pemerintah ini akan berdampak pada sektor usaha, pihak PHRI meminta pemerintah untuk melakukan berbagai pelonggaran di sektor usaha dengan catatan prokes ketat.

“Tentunya virus omicron ini (nantinya) akan berdampak menurunkan mobilitas penduduk, tapi kan itu sudah diluar kemampuan kita (PHRI) dan saya rasa sebagian negara sudah waspada dan banyak melakukan lockdown dan pada dasarnya kami memahami, pembatasan itu penting tapi ya kita juga pelaku usaha harus diberikan kelonggaran (asal prokes),” kata dia saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (30/11/2021).

Baca Juga: Waspada Virus Varian Omicron, Menko Luhut Ingatkan Prokes

Sebagai gantinya, pihak PHRI meminta pergerakan masyarakat atau mobilitas di dalam negeri perlu didorong dengan catatan protokol kesehayan di sektor usaha ditingkatkan.

“Kan sebenarnya yang ditakutkan dari luar, pengetatatan karantina bagi WNA sudah oke, jadi Industri pariwisata di Indonesia perlu didorong, misal hotel dan cafe tidak terlalu banyak persyaratan ini itu, (pembatasan) dibantu didatangkan pengunjung, ya kalau tidak nanti akan sama seperti kemarin bahkan mungkin lebih parah,” ujarnya.

Baca Juga: Harga Minyak Naik di Tengah Kabar Varian Omicron

Kondisi restoran saat ini lebih baik dibanding hotel, okupansi hotel masih sangat terpukul terutama hotel-hotel kecil dan PHRI menyebutkan sangat butuh dukungan dari pemerintah.

“Jika tidak ada upaya membuat mereka hidup, misalnya pemerintah bisa mendatangkan tamu (pendatang), tolong aturan-aturan yang terlalu ketat atau terlalu kaku ini membuat para pengunjung hotel, restoran atau wisata lainnya sudah dilakukan pengurangan karyawani, gaji dikurangi, bahkan melyelamatkan dari gulung tikar,” paparnya.

Dengan demikian, PHRI menyebutkan Insentif, bantuan dari pemerintah sangat dibutukan jika kedepan pemerintah akan melakukan berbagai pengetatan.

“Insentif listrik misalnya ya. Itu menjadi bagian yang sangat berat untuk bayar listrik dan juga insentif upah sdm (tenaga kerja) kalau itu tidak diberikan insentif maka itu sangat terpukul. Setidaknya meringankan beban,” ujarnya.

Meski demikian pada dasarnya pihak PHRI akan terus menjalin komunikasi dengan pemerintah untuk bisa mengantisipasi dan mengatasi masalah ppkm level 3 di masa nataru dan antisipasi virus omicron.

“Kalau WNA ancaman dari luar dan itu sudah bagus, tapi yang didalam negeri harus didorong, vaksinasi tahap ketiga dan juga pengetatan protokol kesehatan adalah kunci,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini