Share

Wapres Ingin Jadikan RI Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Antara, Jurnalis · Selasa 30 November 2021 18:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 30 320 2509829 wapres-ingin-jadikan-ri-pusat-ekonomi-syariah-dunia-1ZGndwNRkJ.jpg Wapres Maruf Amin ingin Indonesia jadi pusat keuangan dan ekonomi syariah (Foto: Setwapres)

JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin ingin menjadikan Indonesia pusat ekonomi syariah dunia. Dia menginstruksikan kepada jajaran menteri terkait untuk mempercepat hal tersebut.

"Pleno ini dalam rangka menyatukan langkah untuk menuju tercapainya Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia, sebagai cita cita yang ingin kita wujudkan," kata Wapres Ma’ruf Amin, Selasa (30/11/2021).

Baca Juga: Bertemu Wapres, Sri Mulyani Beberkan Strategi Perluas Pangsa Ekonomi Syariah

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, lanjut Wapres, pemerintah mengutamakan empat program yang dikembangkan KNEKS, yakni pengembangan industri halal, pengembangan industri keuangan, pengembangan dana sosial syariah serta perluasan usaha syariah.

"Dan (rapat) ini selain merupakan laporan yang disampaikan oleh masing-masing kementerian dan lembaga (K/L), juga kami merumuskan langkah-langkah percepatan selanjutnya ke depan," jelasnya.

Baca Juga: Indeks Keuangan Syariah Indonesia Tertinggi Kedua di Dunia

Dalam rapat pleno tersebut dihadiri antara lain Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

"Ini KNEKS untuk pertama kalinya mengadakan rapat pleno lengkap, saya sebagai Ketua Harian dan dihadiri oleh Menko bidang Perekonomian dan enam menteri,” katanya.

Sementara itu, Airlangga menyebutkan indeks berbagai kegiatan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia mengalami kenaikan peringkat di tingkat global, seperti terlapor dalam Islamic Finance Index.

Perbaikan urutan berbagai sektor ekonomi dan keuangan syariah Indonesia tersebut antara lain di bidang makanan dan minuman halal di posisi keempat, fesyen muslim di posisi ketiga, media rekreasi di posisi kelima, wisata ramah muslim di posisi keenam, kosmetik dan farmasi di posisi keenam serta keuangan syariah di posisi keenam.

"Ekonomi syariah di Indonesia mempunyai peran penting, dimana kontraksi di 2020 lebih rendah daripada ekonomi nasional. Jadi, kontraksinya hanya -1,75 dibandingkan dengan (ekonomi) nasional -2,07," ujar Airlangga.

Guna mempercepat tercapainya visi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia, Airlangga mengatakan perlu penguatan di halal value chain; usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM); regulasi; ekonomi digital; literasi masyarakat serta riset dan inovasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini