Share

Grab IPO di Bursa Saham AS, Persaingan dengan GoTo Makin Panas

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Kamis 02 Desember 2021 11:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 02 278 2510718 grab-ipo-di-bursa-saham-as-persaingan-dengan-goto-makin-panas-Sp6i2xWDVR.jpg Grab Segera IPO di Bursa AS. (Foto: Okezone.com/Grab Indonesia)

JAKARTA - Raksasa penyedia jasa transportasi, logistik, dan delivery, Grab berencana melakukan pencatatan saham perdana atau IPO di Bursa Saham Amerika Serikat.

Setelah merger dengan Altimeter yang notabene merupakan perusahaan cangkang atau special purpose acquisition company (SPAC) senilai USD40 miliar. Saham Grab akan diperdagangkan dengan menggunakan kode saham 'GRAB'.

Baca Juga: IPO, Cat Avian Tawarkan 6,2 Miliar Pasang Harga Rp930/Saham

Listing di Wall Street menjadi titik tertinggi bagi perusahaan asal Singapura berusia sembilan tahun tersebut, yang memulai operasi awalnya sebagai aplikasi ride-hailing, dan kini sudah merambah di 400 kota di delapan negara dengan menawarkan pelayanan pengiriman makanan, pembayaran, asuransi, hingga produk investasi.

"Listing ini akan jadi fokus utama bagi pasar, khususnya bakal memberi potensi persaingan yang semakin agresif ke depan," Analis Smartkarma, Angus Mackintosh, dilansir Reuters, Kamis (2/12/201).

Baca Juga: Melantai di BEI, Harga IPO Wira Global Solusi Dipatok Rp140/Saham

Saingan Grab tingkat regional seperti Sea, kemudian dari Indonesia ada Grup GoTo juga dikabarkan terus meningkat. Ini memberi sinyal volume perdagangan ekonomi digital di kawasan tersebut akan berlipat ganda menjadi USD360 miliar pada tahun 2025.

Grab didirikan oleh Anthony Tan, sekaligus ebagai chief executive-nya, dan Tan Hooi Ling, yang mengembangkan perusahaan yang berawal dari ide dalam kompetisi ventura Harvard Business School pada tahun 2011.

Sebagai CEO, Tan (39) telah memperluas layanan Grab setelah diluncurkan pada awalnya sebagai aplikasi taksi di Malaysia pada 2012, yang kemudian kantor pusatnya dipindahkan ke Singapura.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Menilik laporan keuangan Grab hingga kuartal III-2021 tampak masih tertekan 9% sebesar USD157 juta, dengan EBITDA yang melebar 66% menjadi USD212 juta.

Pada bulan September, Grab memangkas perkiraan pendapatan setahun penuh, dengan alasan masih ada ketidakpastian atas kebijakan pembatasan pandemi.

Melalui mergernya via SPAC, Grab berhasil meraup USD4,5 miliar, termasuk suntikan modal senilai USD750 juta dari investor Silicon Valley Altimeter Capital Management dalam kesepakatan yang dibuat pada bulan April lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini