Share

Melantai di BEI, Harga IPO Wira Global Solusi Dipatok Rp140/Saham

Ahmad Hudayanto, Jurnalis · Senin 29 November 2021 16:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 278 2509149 melantai-di-bei-harga-ipo-wira-global-solusi-dipatok-rp140-saham-wwaWwBOKEf.jpg Wira Global Solusi IPO (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Wira Global Solusi Tbk akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Calon emiten dengan kode WGSH melepas sebanyak-banyaknya 208.500.000 saham biasa atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor.

Dengan harga penawaran umum (initial public offering/IPO) sebesar Rp140 per saham.

"Dengan tujuan penggunaan dana IPO 100% sebagai modal kerja," kata Direktur Utama Wira Global Solusi Edwin Pramana dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (29/11/2021).

Baca Juga: IPO, Wira Global Solusi Lepas 20% Saham Patok Harga Rp125-Rp140/Lembar

 

Dia mengatakan, saat ini revenue stream perseroan mengandalkan jasa pemrograman dan jasa konsultasi IT yang tersebar di tiga anak usahanya, yaitu PT Kirana Tama Teknologi, PT Smooets Teknologi Outsourcing, dan PT Qorser Teknologi.

“Ke depan WGSH akan ada tambahan captive revenue stream signifikan dari startup subsidiary kita sendiri. Selain itu, startup subsidiary yang membukukan keuntungan dapat memberikan dividend income, sedangkan startup subsidiary yang memiliki valuasi tinggi, dapat kita capture fair value adjustment nya dalam buku.” ujar Edwin.

Perseroan sendiri saat ini sudah mendapatkan izin efektif penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) dari otoritas jasa keuangan (OJK) dengan nomor S-213/D.04/2021. Saham perseroan sudah dapat dipesan di seluruh sekuritas pada saat penawaran umum yaitu pada tanggal 30 November 2021 hingga 2 Desember 2021 melalui e-IPO.

Komisaris Wira Global Solusi Erwin Senjaya Hartanto menambahkan, ekonomi digital di Indonesia ini sangat besar dan sedang bertumbuh pesat. “Menurut laporan riset terbaru, Google merevisi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia Gross Merchendise Value (GMV) 2025 dari USD124 miliar menjadi USD146 miliar," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini