Share

Daftar BUMN IPO dan Rights Issue 2021-2022

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 02 Desember 2021 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 02 278 2510785 daftar-bumn-ipo-dan-rights-issue-2021-2022-8NY9jvqAkU.jpg Daftar BUMN IPO dan Rights Issue. (Foto: Okezone.com/AWSJ)

JAKARTA - Sejumlah BUMN akan melakukan aksi korporasi seperti initial public offering (IPO) hingga right issue pada 2021-2022.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pencatatan saham BUMN di pasar modal untuk memperkuat struktur keuangan masing-masing perseroan.

"Right issue dan IPO untuk menguatkan permodalan perusahaan," ujar Erick, Kamis (2/12/2021).

Baca Juga: Erick Thohir Balas Pernyataan Ahok Soal BUMN

Adapun daftar BUMN yang melakukan IPO dan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sepanjang 2021-2022, diantaranya anak usaha PT Adhi Karya (Persero), PT Adhi Commuter Properti (ADCP). Perseroan akan mencatatkan saham di pasar perdana pada Desember 2021.

Erick mencatat, saat ini Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas tengah menunggu keputusan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Lalu, ada anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Geothermal Energi (Persero). Pemegang saham memastikan IPO dilakukan pada kuartal II-2020 mendatang.

Baca Juga: Peringati Hari Menanam Pohon BUMN, Inalum Operating Tanam 500 Bibit Macadamia

Anak usaha Pertamina lain yang ikut mencatatkan sahamnya di pasar perdana adalah PT Pertamina International Shipping (Persero), PT Pertamina Hulu Energi (Persero), PT Pembamgkut Listrik Tenaga Uap (Persero), dan PT Pertamina Hilir (Persero).

Sektor Kesehatan, ada PT Indonesia Healthcare Corporation (Persero) dan Bio Farma (Persero). Lalu, BUMN di bidang telekomunikasi, selain PT PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel (Persero) yang lebih dulu melakukan IPO, anak usaha Telkom lain yang menyusul adalah PT Telkom Data Center (Persero).

"Kalau kita lihat di 2021, ini ada Mitratel yang sudah terjadi (IPO) dan memang hari ini masih mendapat tekanan, tapi kita konfiden akan terus melakukan perbaikan," ungkap Erick.

Kemudian, sektor pertanian dan pertambangan, PT EDC and Payment Gateway (Persero), PT Pupuk Kalimantan Timur (Persero), PT Inalum Operating (Persero), PT MIND ID (Persero), PT Logam Mulia (Persero)

Erick juga memastikan anak usaha PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) akan melantai di pasar perdana. Pencatatan saham tersebut akan dilakukan oleh anak usaha di sektor kawasan industri. Saat ini konsolidasi dan restrukturisasi tengah dilakukan KRAS.

Adapun ketiga anak usaha KRAS yang paling potensial untuk IPO adalah PT Krakatau Tirta Industri, PT Krakatau Bandar Samudera, PT Industrial Estate. Untuk right issue akan dilakukan oleh Krakatau Stell di akhir 2022 mendatang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini