Share

Erick Thohir: 28 BUMN IPO tapi 6 Tidak Maksimal

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 02 Desember 2021 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 02 320 2510822 erick-thohir-28-bumn-ipo-tapi-6-tidak-maksimal-WOYNEeEdzu.jpeg Menteri BUMN Erick Thohir ungkap ada 6 BUMN yang tidak maksimal walaupun sudah IPO (Foto: Okezone.com/Kementerian BUMN)

JAKARTA -– Menteri BUMN Erick Thohir mengungkap ada 6 perusahaan BUMN yang IPO namun tidak efektif. Saat ini sudah ada 28 BUMN yang sudah mencatatkan sahamnya di pasar modal Indonesia.

Kabar tersebut disampaikan Erick Thohir kepada Komisi VI DPR RI saat rapat kerja. Meski begitu, Erick enggan merinci nama-nama emiten tersebut.

Menurutnya, kebijakan IPO sejumlah perseroan negara itu merupakan keputusan pemegang saham terdahulu atau sebelum dirinya memimpin Kementerian BUMN. Namun, Erick mengaku akan tetap mengawal kinerja emiten di pasar modal.

Baca Juga: Daftar BUMN IPO dan Rights Issue 2021-2022

"Di sini ada isu-isu yang kami pelajari bahwa ini ada 28 BUMN yang sudah go publik, tetapi yang 6 tidak maksimal," ujar Erick, Kamis (2/12/2021).

Dia juga menyebut dalam waktu 2021-2020 ada sejumlah BUMN yang akan mencatatkan sahamnya di BEI. Namun, pihaknya terlebih dahulu mengkaji dan mempelajari sejumlah aspek dari perusahaan-perusahaan tersebut. Termasuk, dampak signifikan terhadap kinerja perusahaan dan ekonomi nasional.

"Kita juga gak kau meng-IPO-kan BUMM yang tidak maksimal," kata dia.

Baca Juga: Erick Thohir Balas Pernyataan Ahok Soal BUMN

Adapun daftar BUMN yang melakukan IPO sepanjang 2021-2022 di antaranya. Anak usaha PT Adhi Karya (Persero), PT Adhi Commuter Properti (ADCP). Perseroan akan mencatatkan saham di pasar perdana pada Desember 2021.

Erick mencatat, saat ini Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas tengah menunggu keputusan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Lalu, ada anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Geothermal Energi (Persero). Pemegang saham memastikan IPO dilakukan pada kuartal II-2020 mendatang. Anak usaha Pertamina lain yang ikut mencatatkan sahamnya di pasar perdana adalah PT Pertamina International Shipping (Persero), PT Pertamina Hulu Energi (Persero), PT Pembangkit Listrik Tenaga Uap (Persero), dan PT Pertamina Hilir (Persero).

Sektor Kesehatan, ada PT Indonesia Healthcare Corporation (Persero) dan Bio Farma (Persero). Lalu, BUMN di bidang telekomunikasi, selain PT PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel (Persero) yang lebih dulu melakukan IPO, anak usaha Telkom lain yang menyusul adalah PT Telkom Data Center (Persero).

"Kalau kita lihat di 2021, ini ada Mitratel yang sudah terjadi (IPO) dan memang hari ini masih mendapat tekanan, tapi kita konfiden akan terus melakukan perbaikan," ungkap Erick.

Kemudian, sektor pertanian dan pertambangan, PT EDC and Payment Gateway (Persero), PT Pupuk Kalimantan Timur (Persero), PT Inalum Operating (Persero), PT MIND ID (Persero), PT Logam Mulia (Persero).

Erick juga memastikan anak usaha PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) akan melantai di pasar perdana. Pencatatan saham tersebut akan dilakukan oleh anak usaha di sektor kawasan industri. Saat ini konsolidasi dan restrukturisasi tengah dilakukan KRAS.

Adapun ketiga anak usaha KRAS yang paling potensial untuk IPO adalah PT Krakatau Tirta Industri, PT Krakatau Bandar Samudera, PT Industrial Estate.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini