Share

PKL Digusur, Malioboro Bakal Disulap seperti Orchard Road Singapura

Agregasi Solopos, Jurnalis · Kamis 02 Desember 2021 18:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 02 470 2511009 pkl-digusur-malioboro-bakal-disulap-seperti-orchard-road-singapura-JlsdRudgs5.jpg Malioboro akan disulap seperti Orchard Road Singapura (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DIY bakal merelokasi PKL di Malioboro. Pasalnya kawasan Malioboro akan disulap seperti Orchard Road di Singapura.

Untuk memuluskan rencana tersebut, Pemda DIY menyiapkan relokasi dan penataan pedagang kaki lima (PKL). Saat ini Pemda DIY mulai mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung.

Ternyata relokasi PKL Malioboro sudah lama direncanakan. Hal itu terungkap saat wartawan mewawancarai Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Baca Juga: PKL dan Parkir Liar di Kolong Fly Over Arif Rahman Hakim Depok Ditertibkan

“Kan mereka juga harus tahu, sebenarnya tempat jualan [lokasi PKL saat ini] itu milik toko. Bukan milik pemerintah daerah. Kan, pemerintah daerah itu trotoarnya kan, sudah untuk jalur lambat. Masak ya enggak dikembalikan,” kata Sultan di kepatihan, Kamis (2/12/2021).

Sultan memastikan lokasi baru untuk para pedagang tetap ada di kawasan Malioboro. “Kalau [eks bioskop] Indra kan sekarang bangunannya sudah selesai. Lha ya [dalam waktu dekat pembangunannya], kan kita ingin membangun kerja sama dengan UNESCO terkait sumbu filosofinya. Kami beri ruang dan kami tata [pedagang], dan kami kan juga harus bangun Indra [eks bioskop Indra] tahap kedua di sebelah utara,” lanjut Sultan.

Baca Juga: Harap Sabar! 760 Ribu PKL dan Pemilik Warung Menanti BLT Rp1,2 Juta

Sementara dari segi perparkiran, Pemda DIY telah menyiapkan sejumlah titik yang akan difokuskan menampung kendaraan wisatawan yang datang ke Malioboro.

“Sementara akan maksimalkan yang sudah ada,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti.

Titik yang dimaksudkan oleh Ni Made adalah tempat parkir khusus (TPK) Beskalan, Abu Bakar Ali (ABA), dan beberapa sirip di pinggir Jalan Malioboro.

Untuk TPK Beskalan memiliki 2 lantai berlokasi Jl. Beskalan atau sebelah selatan Ramai Mall dapat menampung setidaknya 19 mobil dan 150 motor setiap lantainya. TPK ini dikelola Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal dan Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) DIY. Untuk parkir ABA mampu menampung 18 bus, 35 mobil dan 2.800 sepeda motor.

“Selain itu masih ada sirip-sirip Malioboro dan beberapa tempat lainnya. Yang jelas ke depan akan kami optimalkan,” lanjut Ni Made.

Orchard Road

Sejauh ini pihaknya siap dan mendukung rencana relokasi dan mewujudkan kawasan Malioboro menjadi mirip Orchard Road di Singapura.

“Namun, untuk pengaturan nanti kami lihat dan ikuti kebijakan yang ada,” jelasnya.

Selain menyiapkan rekayasa parkir bagi pengunjung, Pemda DIY juga terus merampungkan pengembalian fasad atau bentuk asli kawasan Malioboro. Sebanyak 180 penggal bangunan telah melewati proses detail engineering design (DED). Hanya , Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, masih enggan menyebut anggaran dan berapa yang telah selesai DED.

“Untuk prosesnya sudah lebih dari DED. Tapi secara detailnya saya belum bisa sampaikan. Yang jelas masih menunggu proses yang berjalan,” katanya.

Dian juga enggan mengungkapkan besaran dana keistimewaan (Danais) yang digunakan untuk pengembalian fasad. Begitu juga dengan syarat lolosnya sumbu filosofi dari UNESCO.

Mantan Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Warisan Budaya Dinas Kebudayaan DIY ini hanya menyatakan jika komunikasi dengan para pemilik bangunan, untuk proses penyelesaian DED juga terus dilakukan.

“Karena butuh persetujuan juga dengan pemiliknya. Untuk fasad pakai Danais,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini