Share

Adaro Energy, Emiten Milik Boy Thohir Raih Laba Rp 6 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Jum'at 03 Desember 2021 14:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 03 278 2511430 adaro-energy-emiten-milik-boy-thohir-raih-laba-rp-6-triliun-2Ua8jKcB0s.jpg Laba Adaro Energy terangkat kenaikan harga batu bara (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT Adaro Energy Tbk (ADRO) meraih untung dari kenaikan harga komoditas batu bara. Emiten tambang milik Boy Thohir ini mencetak laba bersih di kuartal tiga 2021 mencapai USD420, juta atau sekitar Rp6,019 triliun (kurs Rp14.300 per dolar AS).

Baca Juga: Anak Usaha Adaro Energy Lepas 55% Saham Sarana Daya Mandiri

Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir menjelaskan, kenaikan laba ini didongkrak dari pendapatan perusahaan yang tumbuh 31,44%. Pendapatan perusahaan pada kuartal ketiga tahun ini mencapai USD2,56 atau sekitar Rp36,608 triliun. Kondisi ini kemudian mengeret laba naik mencapai 284,81%.

”Tahun ini kondisi pasar batu bara yang kondusif semakin meningkatkan profitabilitas perusahaan,"ujarnya.

Baca Juga: Adaro Energy Siapkan Rp4 Triliun untuk Buyback Saham

Garibaldi juga menjelaskan Perusahaan mencatat produksi batu bara pada periode ini hampir 40 juta ton. Sedangkan volume penjualan batubara sebesar 38,86 juta ton. Pengupasan lapisan penutup mencapai 173,03 Mbcm pada akhir September lalu, atau naik 8 persen year on year (yoy), dan nisbah kupas periode ini mencapai 4,36x. Cuaca yang kurang baik memperlambat aktivitas pengupasan penutup.

"Dengan mempertimbangkan perkembangan terakhir fundamental pasar batu bara, kami memutuskan untuk melakukan penyesuaian pada target profitabilitas. Karenanya, panduan EBITDA operasional direvisi menjadi USD1,75 miliar - 1,90 miliar untuk tahun 2021," kata Garibald.

Perseroan sendiri mengungkapkan, saat ini produksi batu bara telah mencapai sekitar 73%-76% dari target produksi tahun ini. Dimana total produksi batu bara perseroan sudah mencapai 39,64 juta ton pada sembilan bulan 2021 atau turun 4% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. “Pencapaian ini masih sesuai dengan panduan produksi batu bara 2021 yang berada pada kisaran 52-54 juta ton,” ujar Garibaldi Thohir.

Adapun, volume penjualan batu bara sampai dengan kuartal III/2021 tercatat 38,86 juta ton, atau turun 5% dari tahun sebelumnya. Total pengupasan lapisan penutup per kuartal III/2021 mencapai 173,03 juta bank cubic meter (Mbcm), atau naik 8% secara tahunan (year-on-year/yoy) “Ini sejalan dengan panduan untuk meningkatkan nisbah kupas tahun ini. Nisbah kupas ADRO untuk sembilan bulan pertama mencapai 4,36 kali.” imbuhnya.

Selanjutnya, pada kuartal III/2021, produksi batu bara ADRO mencapai 13,15 juta ton, atau turun 5% dari periode yang sama pada 2020. ADRO berhasil menjual batu bara sejumlah 13,08 juta ton atau turun 4% yoy. Sementara itu, total pengupasan lapisan penutup pada kuartal III/2021 sendiri mencapai 57,81 Mbcm, atau naik 2% yoy sehingga nisbah kupas mencapai 4,40 kali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini