Share

Garap Proyek Nikel, PP Presisi Kantongi Kontrak Baru Rp5,3 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Jum'at 03 Desember 2021 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 03 278 2511434 garap-proyek-nikel-pp-presisi-kantongi-kontrak-baru-rp5-3-triliun-gfPfqO3Ld6.jpg PP Presisi garap proyek nikel di Halmahera (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – PT PP Presisi Tbk (PPRE) meraih kontrak baru sebesar Rp504 miliar di penghujung tahun 2021. PP Presisi menggarap proyek pengembangan pertambangan nikel Weda Bay, Halmahera, Maluku Utara. Adanya tambahan kontrak baru ini, PPRE mampu membukukan kontrak baru senilai Rp5,3 triliun.

Direktur Peralatan & SCM PP Presisi Muhammad Wira Zukhrial mengatakan, perseroan kembali memperoleh tambahan kontrak pengembangan pertambangan nikel Weda Bay. Kontrak tersebut, merupakan kelanjutan dari kontrak yang telah diperoleh sebelumnya, sehingga secara keseluruhan total kontrak yang telah dikantongi PPRE dari Weda Bay mencapai Rp1,2 triliun.

Baca Juga: Harga Nikel Naik, PP Presisi (PPRE) Siapkan Capex Rp500 Miliar

”Tambahan kontrak ini dapat diraih berkat kapasitas dan kapabilitas PP Presisi dalam pengembangan pertambangan. Hal ini membuktikan, project delivery PP Presisi telah diakui memberikan value added pada proyek tersebut,” ujar Wira.

Wira menambahkan, perolehan kontrak baru pada November tersebut, sudah memenuhi target dari perolehan kontrak baru dari perseroan hingga bulan Desember sebesar Rp5,3 triliun. Meski target telah terpenuhi, perseroan optimistis dapat menambah perolehan kontrak baru dalam kurun waktu sisa satu bulan ini.

Baca Juga: RUPSLB, PP Presisi Rombak Komisaris dan Direksi

Selain itu, pencapaian ini juga semakin meningkatkan positioning perseroan di dalam jasa mining services yang mampu memberikan jasa pertambangan secara terintegrasi dimulai dari infrastruktur pertambangan (mining development) hingga pertambangan (mining contractor), hauling services hingga barging.

“Secara berkesinambungan kami akan mengembangkan kapasitas dan kapabilitas agar kami semakin diakui dan diperhitungkan sebagai kontraktor integrated mining services,” ujar Wira.

Tahun depan, perseroan menganggarkan belanja modal sekitar Rp500 miliar di 2022. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan bisnis perseroan di sektor tambang. Dimana perseroan akan menambah jumlah alat berat yang dibutuhkan seiring dengan penambahan kontrak baaru.

Rully Noviandar, Direktur Utama PP Presisi pernah bilang, peningkatan harga nikel yang terus bertambah menjadi kabar baik bagi aktivitas pertambangan. Peningkatan harga ini didorong oleh permintaan akan bahan baku baterai yang ditandai oleh pembangunan smelter dan pabrik pembuatan baterai.

"Kinerja lini bisnis jasa pertambangan yang cukup menggembirakan dalam waktu yang relatif singkat, termasuk mendapat kepercayaan dari salah satu tambang nikel terbesar di Indonesia, mendorong kami semakin fokus mengembangkan jasa pertambangan sebagai sumber recurring income,”ujarnya.

Perseroan menargetkan jasa pertambangan akan memberikan kontribusi sebesar 50% terhadap pendapatan dan menjadi yang terbesar di antara lini bisnis lainnya pada 2025. Untuk mencapai tujuan tersebut, anak usaha PT PP (Persero) Tbk. ini telah menyusun winning target 2022 melalui strategi optimalisasi alat berat, peningkatan kapasitas keuangan, peningkatan kapabilitas SDM, penerapan centralize SCM, dukungan IT dan equipment technology, serta peningkatan tata kelola perusahaan. Dengan demikian, lanjut Ruly, jasa pertambangan yang terintegrasi dapat segera terwujud yang akan memberikan better profit, stakeholder value added dan better cashflow.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini