3 Dampak Mengerikan Omicron ke Ekonomi RI

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Selasa 07 Desember 2021 22:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 320 2513353 3-dampak-mengerikan-omicron-ke-ekonomi-ri-LtXutmbldf.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTATiga dampak mengerikan Omicron ke ekonomi RI. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap varian virus Covid-19 terbaru varian Omicron.

Saat ini virus Omicron memang belum terdeteksi masuk ke Indonesia. Adapun varian baru virus Corona B.1.1.529 atau Omicron sudah terdeteksi di tiga negara tetangga Indonesia yaitu Singapura, Malaysia, dan Australia. Bahkan, Malaysia melaporkan lebih dahulu mendeteksi varian Omicron di negaranya dibandingkan Afrika Selatan.

Dikutip dari berbagai sumber berikut tiga dampak mengerikan Omicron ke ekonomi RI Selasa (7/12/2021):

Baca Juga: Tahun 2022 Dibayangi Ketidakpastian, Sri Mulyani: Pandemi Not Yet Over

1. Infeksi Ekonomi RI Lebih Parah dari Varian Delta

Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad, mewanti-wanti dampak penyebaran varian Omicron juga bisa menimbulkan infeksi perekonomian Indonesia.

Bahkan, berpotensi lebih parah dari varian delta. Saat varian delta menyebar, perekonomian Indonesia yang semula bisa tumbuh 7,07 persen pada kuartal II jadi turun ke 3,51 persen pada kuartal III 2021.

“Kalau melihat penyebarannya yang lebih cepat dari delta, bisa saja memberi dampak yang lebih parah dari delta, meski ini tetap mengacu ke bagaimana penanganan kesehatan dari pemerintah,” ujar Tauhid kepada wartawan.

Baca Juga: Fakta! Ekonomi RI Selalu Tumbuh di Atas Perekonomian Dunia

Lanjutnya, Omicron sudah sampai di Malaysia dan sangat mudah masuk ke dalam negeri melalui Pulau Sumatera yang mempunyai banyak pintu masuk. Kemudian, menurut Tauhid, dampak infeksi ekonomi bisa lebih parah jika sudah masuk ke Pulau Jawa.

2. Aktivitas Ekspor Terhambat

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan, Omicron bisa menahan momentum pemulihan ekonomi Indonesia. Dia mengatakan, selama setahun ini ekonomi Indonesia ditunjang oleh aktivitas ekspor.

Bila Omicron meluas, rantai pasok berkemungkinan bakal terhambat karena ada pengetatan di berbagai negara. Bisa-bisa ekspor terhenti dan kontribusinya ke ekonomi Indonesia berkurang.

“Misalnya dari sisi ekspor, selama ini sektor ini kan diandalkan di 2021 untuk menunjang pertumbuhan ekonomi. Takutnya ekspor ini jadi tertunda karena logistik terganggu imbas Omicron,” ujar Bhima kepada wartawan.

3. Kesejahteraan Masyarakat Menurun

Bhima juga menilai, aktivitas ekonomi akan kembali dibatasi bila Omicron benar-benar masuk ke Indonesia. Implikasinya adalah kesejahteraan masyarakat yang bisa menurun imbas penurunan aktivitas ekonomi.

“Dikhawatirkan ada pembatasan sosial kalau benar-benar masuk. Kalau iya, konsumsi rumah tangga bisa melemah dan belanja tertekan. Belum lagi banyak hal yang menaikkan biaya hidup. Misalnya ada rencana pencabutan subsidi listrik, belum lagi tekanan harga pangan. Sekarang aja minyak goreng,” ungkap Bhima.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini