Wijono Tanoko menjelaskan dana bersih yang didapat melalui IPO akan digunakan untuk dapat terus meningkatkan pertumbuhan profitabilitas dan mempercepat ekspansi bisnis AVIA di dalam negeri, serta untuk pelunasan beberapa utang.
"Penawaran umum perdana saham ini adalah tonggak pencapaian yang penting bagi karyawan, pelanggan, pemasok, dan seluruh mitra Avian Brands,” kata Wijono.
Sementara itu, Direktur PT Ekuator Swarna Investama, Hans Kwee menuturkan AVIA cukup dikenal publik dan menarik untuk dicermati sejalan dengan pangsa pasar yang kuat.
"Avian ini sudah sangat terkenal ya, nah kalau kita lihat secara pangsa pasar masih kuat, biasanya saham-saham IPO yang cukup dikenal publik sepertinya tampak diminati investor. Tentu kita berharap perusahaan ini akan aktif kedepannya," kata Hans.
Namun, Hans menilai harga perdana AVIA masih mahal dan meminta investor untuk melakukan pembelian ketika saat koreksi.
"AVIA itu hitungan saya PERnya pada harga IPO. Kita prediksi PERnya ada di 25x, kemudian P/S 7,5x, dan PBV 16,75x. Jadi dari data ini tidak terlihat murah, tentu pelaku pasar harus hati-hati. Nanti kalau ada pelemahan baru bisa beli buy on weakness," tukasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.