Share

Surya Semesta Internusa (SSIA) Siapkan Capex Rp500 Miliar di Tahun Depan

Ahmad Hudayanto, Jurnalis · Kamis 09 Desember 2021 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 278 2514550 surya-semesta-internusa-ssia-siapkan-capex-rp500-miliar-di-tahun-depan-v9qCJKZ7QQ.jpg SSIA Siapkan Belanja Modal Rp500 Miliar (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp500 miliar pada 2022.

Dana capex Rp500 miliar disiapkan untuk beberapa proyek di Subang, akuisisi dan pengembangan maupun renovasi hotel sepanjang di 2022.

"Dana capex yang dianggarkan di 2022, dengan melihat situasi pandemi Covid-19 yang makin terkendali dengan baik," kata VP Head of Investor Relations Surya Semesta Erlin Budiman dalam acara Public Expose SSIA secara daring, Kamis (9/12/2021).

Baca Juga: SSIA Bidik Kenaikan Pendapatan 15% di Tengah Covid-19

Dana capex SSIA sebesar Rp500 miliar pada tahun depan lebih besar dibanding tahun ini yang hanya Rp450 miliar. Sementara itu, dana belanja modal di tahun ini baru terserap sebesar Rp350 miliar. Alokasi dananya diarahkan ke akuisisi maupun pengembangan lahan Subang Smartpolitan.

Direktur Keuangan Surya Semesta Internusa The Jok Tung meyakini penjualan lahan industri perusahaan semakin membaik di 2022. Namun prediksi itu sesuai asumsi keadaan makro ekonomi membaik di tahun depan.

Dia menambahkan, penjualan lahan di tahun ini masih terkendala pembatasan. Pada akhirnya membuat investor kesulitan datang dalam melihat lahan milik perusahaan.

"Karena biasanya keputusan pembeli lahan, mereka setelah datang melihat situasi dan kondisi lahan yang kita miliki di lapangan," katanya.

Tak hanya itu, beberapa lini bisnis perusahaan di tahun depan akan semakin membaik, seperti konstruksi dan perhotelan.

Pada kuartal III-2021, pendapatan SSIA mencapai Rp1,39 triliun. Pendapatan perusahaan mengalami penurunan, terutama disebabkan pendapatan konstruksi dan perhotelan yang masing-masing turun sebesar 38,9% dan 39,2%. Sementara itu, pendapatan segmen bisnis properti SSIA turun sekitar 2,0%. Secara keseluruhan, prospek pendapatan di tahun ini diperkirakan lebih rendah 25 persen, dibanding pendapatan pendapatan tahun 2020.

Dia menambahkan, pandemi Covid-19 yang berkepanjangan berdampak pada tiga pilar bisnis SSIA. Unit bisnis konstruksi diperkirakan membukukan pendapatan yang lebih rendah di 2021 sekitar 25%, dari pendapatan 2020.

"Sementara itu segmen bisnis perhotelan juga akan membukukan pendapatan yang lebih rendah di tahun ini," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini