Share

SSIA Bidik Kenaikan Pendapatan 15% di Tengah Covid-19

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 29 April 2021 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 278 2402993 ssia-bidik-kenaikan-pendapatan-15-di-tengah-covid-19-pnF5qOhWIS.jpg SSIA Bidik Pendapatan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menargetkan pendapatan naik 15% pada tahun ini. Dengan demikian SSIA membidik pendapatan sebesar Rp3,38 triliun. Pada tahun 2020, pendapatan SSIA Rp2,94 triliun. Pendapatan ini turun 26,4% jika dibandingkan tahun 2019.

"Target tersebut dapat terpengaruh jika Covid-19 bertambah buruk atau berkepanjangan hingga 2021," kata VP Head of Investor Relations Surya Semesta Internusa, Erlin Budiman dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (29/4/2021).

Baca Juga: Pendapatan Rp2,76 Triliun, Kerugian Surya Semesta Turun Jadi Rp8,1 Miliar

Sepanjang 2020, SSIA membukukan pendapatan sebesar Rp2,94 triliun. Pendapatan segmen bisnis properti menyumbang paling besar ke pendapatan perseroan di tahun lalu. Pndapatan yang diraih perseroan di tahun 2020 banyak disumbang dari sektor konstruksi dan properti.

"Sementara itu, SSIA menetapkan target marketing sales seluas 20 hektar dari Suryacipta City of Industry Karawang, sehingga prospek pendapatan selama 2021 bisa meningkat sekitar 15%," katanya.

Pendapatan sektor konstruksi mencapai Rp2,08 triliun dan sektor properti mencapai Rp651,6 miliar. Pendapatan sektor properti perseroan meraih kinerja yang signifikan, yakni naik 10,8 persen, dari Rp588,2 miliar di 2019 menjadi Rp651,6 miliar di 2020.

"Pendapatan sektor properti banyak disebabkan okeh penjualan tanah tercatat sebesar Rp357,3 miliar di 2020, atau meningkat 20,2 persen dibandingkan dengan penjualan tanah di 2019," ucap.

Sementara pendapatan perhotelan dan lain-lain, masing-masing mencapai Rp219,8 miliar dan Rp13,5 miliar.

Erlin mengaku, pandemi Covid-19 telah menjadikan sektor kesehatan masyarakat dan ekonomi pada posisi yang rentan. Meskipun ekonomi Indonesia telah siap tumbuh di awal 2020, tapi tidak terjadi karena ada pandemi.

Lalu, ditambah lagi ketegangan politik global dan ketidakpastian akibat pandemi juga menimbulkan ketakutan dan pesimisme terhadap perekonomian yang akhirnya berdampak pada bisnis perseroan.

Akibat dampak pandemi Covid-19, membuat laba kotor perseroan turun 41,8 persen menjadi Rp653,2 miliar di 2020, dari Rp1,10 triliun di 2019.

Tingkat EBITDA perseroan di tahun lalu turun 52 persen menjadi Rp255,8 miliar, dari posisi Rp533 miliar di 2019. Angka penurunan EBITDA perseroan, karena penurunan EBITDA perhotelan sebesar 163,8 persen.

Pada akhirnya perseroan mengalami rugi bersih sebesar Rp87,5 miliar di 2020, dari porsi meraih laba bersiu sebesar Rp92,3 miliar di 2019. Kinerja rugi yang dipikul perseroan, karena disebabkan penurunan laba operasonal sekitar 58,7 persen dan peningkatan beban bunga sekitar 14,3 persen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini