Share

IBC Akan Akuisisi Mobil Listrik Jerman StreetScooter, Erick Thohir Bilang Begini

Suparjo Ramalan, iNews · Kamis 09 Desember 2021 18:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 320 2514618 ibc-akan-akuisisi-mobil-listrik-jerman-streetscooter-erick-thohir-bilang-begini-zt04qDmiQ0.jpg Mobil Listrik (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Rencana PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) berencana mengakuisisi saham produsen mobil listrik asal Jerman, StreetScooter mendapat perhatian banyak pihak. Hal ini dikarenakan nilai akuisisi dinilai terlalu mahal sekitar USD 170 juta atau sekitar Rp2,43 triliun (kurs dolar Rp 14.300).

Akan tetapi, Menteri BUMN Erick Thohir terkesan memberikan lampu hijau atas rencana pengambilalihan saham StreetScooter tersebut.

Erick menyebut pihaknya mengenali sosok Djamal Attamimi, seorang investment banker asal Indonesia yang saat ini berdomisili di Singapura. Djamal sendiri dikabarkan memberikan tawaran agar StreetScooter diakuisisi IBC. Rencananya akuisisi akan dilakukan oleh anak perusahaan IBC, Odin Automotive.

Saat ini, sejumlah investor yang sudah menjadi mitra IBC, dua diantaranya perusahaan raksasa baterai listrik global, LG Energy Solution asal Korea Selatan (Korsel) dan Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) asal China.

Baca Juga: Oknum Pejabat-Pengusaha Tak Setuju Mobil Listrik, Bahlil: Mundur!

"Di situ ada Pak Djamal, kenapa pak Djamal? loh kenapa Djamal? salah juga dong kalau lagu mau partner sama BUMN," ujar Erick saat ditemui wartawan di kawasan Sarinah, Kamis (9/12/2021).

Erick menilai upaya pengambilalihan saham StreetScooter merupakan transaksi yang normal-normal saja. Sebab, upaya tersebut bertujuan memperbaiki hilirisasi atau ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

"Sekarang gini, kalau kita semua menolak bangun hilirisasi baterai, ya ga usah partneran sama CATL, LG, suruh aja mereka bikin sendiri, ngapain BUMN ikut berpartner. artinya apa? Waktu kita milih CATL sama LG kita korupsi? rugi loh, rugi loh, itu investasi USD 1,9 miliar dan USD 1,5 miliar, akan rugi berapa tahun? Berarti masuk penjara dong, salah. Kalo gitu raw material aja untung, kalo kirim raw material trading, untung, ngapain," kata dia.

Adapun skema ekosistem kendaraan listrik, di sisi hulu, ada PT Antam (Persero) Tbk, dan PT Vale Indonesia Tbk, (INCO) nantinya menyediakan nikel untuk baterai kendaraan listrik.

Lalu, proses produksi motor listrik, ada anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, GESITS. Untuk produksi ESS Baterai ada NIPRESS, di battery swap motor ada Ezyfast dan PT Pertamina (Persero), dan di charging station mobil ada Starvo dan PT PLN (Persero).

Baca Juga: Harga Mobil Listrik Mau Murah? Ini Saran dari Bos PLN

CATL dan LG akan mengelola nikel menjadi baterai seperti HPAL, prekursor, katoda, battery cell & pak. Sementara, produsen mobil listrik, sampai saat ini baru Hyundai yang siap. Pabriknya akan beroperasi pada 2022 di Karawang, Jawa Barat. Jika StreetScooter masuk, maka produsen mobil listrik dalam ekosistem ini menjadi dua pemain.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Di lain sisi, Erick geram, sebab ada tuduh dia melakukan transaksi khusus dengan StreetScooter perihal rencana akuisisi oleh IBC. Menurutnya, tuduhan tersebut tidak berdasar karena belum ada transaksi sama sekali antara pihak konsorsium BUMN (IBC) dan StreetScooter.

"Nah StreetScooter, itu ada perusahaan teknologi, apa dibilang itu korupsi? gimana caranya itu korupsi. Apakah ada yang nuduh Erick Thohir terima duit dari StreetScooter, ayo kita buktikan di pengadilan, dari mana? orang transaksi belum sudah dituduh korupsi, yaudah kalau emang negara kita ga mau maju yaudah gak apa-apa," ungkap dia.

Sementara itu, Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok secara terang-terangan menolak rencana IBC mengakuisisi saham StreetScooter.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menilai rencana tersebut tidak masuk akal. Ahok menyebut proses pengambilalihan saham StreetScooter tidak layak untuk membangun ekosistem kendaraan listrik dalam negeri.

"Menurut saya tidak layak untuk bisa kembangkan ekosistem EV (Electric Vehicle)," kata Ahok saat dihubungi MNC Portal Indonesia (MPI).

Menurut dia, eloknya IBC memperkuat kerja sama dengan produsen asal Korea Selatan (Korsel), Hyundai. Alasannya, Hyundai sudah memiliki pabrik mobil di Indonesia dan mulai memasarkan mobil listrik di dalam negeri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini