Share

Sri Mulyani: Indonesia Bertekad Atasi Tantangan Global

Michelle Natalia, Jurnalis · Kamis 09 Desember 2021 21:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 320 2514691 sri-mulyani-indonesia-bertekad-atasi-tantangan-global-TKpcDikRBf.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pandemi Covid-19 yang masih berlanjut dan berdampak kepada seluruh aspek kehidupan manusia.

Kemudian, kata dia masa depan dunia yang lebih baik membutuhkan kolaborasi bersama negara-negara dunia untuk menciptakan fondasi ekonomi dan sistem keuangan yang adil demi tercapainya pemulihan dan pertumbuhan ekonomi dunia yang lebih kuat, efisien, inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Sri Mulyani Pusing soal Vaksin Covid-19, Ada Apa?

“Indonesia bertekad untuk mengatasi tantangan global yang masih akan muncul dan mencari solusi terbaik, memastikan bahwa semua negara dapat pulih bersama serta mendorong reformasi kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, seimbang dan inklusif pasca pandemi,” ungkap Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis (9/12/2021).

Dalam pertemuan FCBD hari ini melibatkan kehadiran menteri keuangan troika yaitu Menkeu Italia, Menkeu Indonesia, dan Menkeu India yang membahas berbagai agenda prioritas dalam forum High Level Discussion.

Baca Juga: Pandemi Covid-19 Belum Usai, Sri Mulyani Khawatirkan Pemulihan Ekonomi Global

Pertemuan hari ini akan dijadikan acuan terhadap penyelenggaraan pertemuan-pertemuan G20 selanjutnya pada 2022. Indonesia mengajak dunia untuk memfokuskan kerja sama pemulihan pasca pandemi dan pembangunan yang berkelanjutan.

“Keketuaan Indonesia ini akan menjadi ajang bagi Indonesia menunjukkan perannya dalam memimpin forum global untuk mengatasi berbagai tantangan dan isu di tingkat dunia,” pungkas Menkeu.

Mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”, Presidensi G20 Indonesia selain akan mengawal enam agenda prioritas, juga melanjutkan agenda legacies untuk dibahas dalam working groups, yaitu mengintegrasikan risiko pandemi dan iklim dalam pemantauan risiko global, penguatan global financial safety net, meningkatkan arus modal, melanjutkan inisiatif kesenjangan data, meningkatkan pengelolaan transparansi utang, mempercepat agenda infrastruktur menuju pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif, optimalisasi dukungan pembiayaan dari Bank Pembangunan Multilateral (MDBs), memperkuat kapasitas sistem kesehatan, serta melanjutkan dukungan untuk menarik investasi sektor swasta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini