Share

Harga Emas Berjangka Turun Jelang Laporan Inflasi AS

Antara, Jurnalis · Jum'at 10 Desember 2021 06:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 10 320 2514765 harga-emas-berjangka-turun-jelang-laporan-inflasi-as-XQBQYTQ1Wl.jpg Harga emas berjangka turun (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Harga emas berjangka turun pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga emas hari ini berbalik dari kenaikan dua sesi sebelumnya karena dolar menguat dan data menunjukkan penurunan besar dalam klaim pengangguran AS menjelang laporan inflasi yang dapat mempengaruhi strategi moneter Federal Reserve.

Baca Juga: Turun Rp3.000, Harga Emas Hari Ini Dipatok Rp930.000/Gram

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, jatuh USD8,8 atau 0,49%, menjadi ditutup pada USD1.776,70 per ounce. Di pasar spot, emas turun 0,3% menjadi diperdagangkan di USD1.776,56 per ounce pada pukul 18.50 GMT.

Emas berada di bawah tekanan ketika Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (9/12/2021) bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran mingguan AS turun 43.000 menjadi 184.000, level terendah 52 tahun.

Baca Juga: Harga Emas Berjangka Naik Tipis di Tengah Pelemahan Dolar

"Angka klaim pengangguran yang lebih kuat dari perkiraan bersama dengan dolar yang lebih kuat menyeret emas lebih rendah, tetapi ada juga pedagang yang menunggu data IHK (Indeks Harga Konsumen)," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Dolar yang menguat, juga membuat emas kurang menarik bagi pembeli luar negeri.

Pasar juga menunggu data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang akan dirilis pada Jumat waktu setempat dan data Indeks Harga Produsen yang akan dirilis pada Selasa (14/12/2021).

"Jika angka inflasi akan tinggi, maka emas akan segera bangkit kembali dan bergerak menuju USD1.800," tambah Haberkorn.

Laporan Indeks Harga Konsumen AS pada Jumat waktu setempat akan diikuti oleh pertemuan kebijakan The Fed pada 14-15 Desember.

Emas telah diperdagangkan dalam kisaran 1.760-1.790 dolar AS yang relatif ketat sejak turun di bawah level kunci 1.800 dolar AS pada akhir November, karena investor berusaha untuk mengukur kemungkinan langkah Fed mengurangi stimulus dan menaikkan suku bunga.

Sementara emas dianggap sebagai lindung nilai inflasi, suku bunga yang lebih tinggi akan meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

"Emas dapat melihat tawaran beli baru jika pasar menjadi takut sekali lagi tentang perkembangan terkait pandemi atau peningkatan ketegangan geopolitik antara ekonomi-ekonomi utama," kata Han Tan, kepala analis pasar di Exinity.

Terlepas dari ketidakpastian yang berkepanjangan atas varian virus corona Omicron, fokus juga pada ketegangan atas Rusia dan sikapnya terhadap Ukraina, boikot diplomatik Olimpiade Beijing oleh beberapa negara Barat dan sanksi AS terhadap Iran.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 41,9 sen atau 1,87%, menjadi ditutup pada USD22,013 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun USD18,2 atau 1,9% menjadi ditutup pada USD937,7 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini