Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ternyata, Harga LPG di Indonesia Lebih Murah Dibanding Vietnam dan Singapura

Sevilla Nouval Evanda , Jurnalis-Jum'at, 10 Desember 2021 |11:03 WIB
Ternyata, Harga LPG di Indonesia Lebih Murah Dibanding Vietnam dan Singapura
Harga LPG 12 Kg Diusulkan Naik (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Harga LPG di Indonesia ternyata lebih murah dibanding beberapa negara tetangga lainnya. Saat ini, harga LPG di Indonesia mencapai Rp11.500 per kilogram (kg). Jika dihitung, maka harga LPG non subsidi seperti LPG 12 kg mencapai rata-rata Rp138.000.

"Untuk Vietnam, harga LPG per November 2021 adalah sebesar Rp23.000 per kg, Filipina sebesar Rp26.000 per kg dan Singapore sebesar Rp31.000 per kgnya. Jika dibandingkan dengan Indonesia yang berada di level Rp11.500 per kg," kata Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (10/12/21).

Mamit Setiawan mengatakan, dengan naiknya harga minyak dunia maka perlu adanya koreksi harga terhadap LPG non PSO/non subsidi seperti LPG 12 kilogram (kg) di masyarakat.

"Sejak tahun 2017 tidak pernah ada penyesuaian harga untuk LPG non subsidi, sementara harga beli LPG terus mengalami kenaikan sejak tahun 2017. Belum lagi kurs mata uang rupiah yang terdepresiasi oleh mata uang dollar. Hal ini membuat beban Pertamina semakin berat," kata Mamit dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (10/12/21).

Baca Juga: Siap-Siap! Harga BBM dan LPG Bakal Naik

Terkait dengan besaran kenaikan harga LPG non subsidi, Mamit meminta kepada Pertamina untuk tidak terlalu tinggi agar tetap membantu masyarakat juga.

"Saya kira kenaikan di Rp2.000 per kilogram masih bisa diterima oleh para pengguna LPG non subsidi, apalagi pengguna LPG non subsidi adalah masyarakat golongan menengah ke atas. Jadi tidak masalah dan tidak perlu ada gejolak terkait kenaikan harga LPG non subsidi ini," katanya.

Mamit menyampaikan, bahwa tahun 2017 harga LPG berdasarkan CP Aramco berada di angka USD578 per MT dengan kurs Rp13.450 per USD. Namun semenjak tahun 2021 ini, harga LPG mengalami kenaikan yang tinggi.

"Saat ini harga LPG berdasarkan CP Aramco pada November 2021 sebesar USD847 per MT dengan kurs Rp14.200 per USD, jadi kenaikannya sudah mencapai 78% dari tahun 2017 yang lalu. Sementara harga LPG non subsidi masih bertahan," katanya.

Menurut dia, pangsa pasar LPG non subsidi saat ini hanya berada 7,5% dari total penjualan LPG oleh Pertamina.

"Meskipun hanya 7,5% tapi ini sangat berdampak terhadap keuangan Pertamina karena selisih harga yang begitu besar. Dan seharusnya karena LPG ini merupakan non subsidi maka seharusnya memang mengikuti harga pasar yang berlaku. Sama seperti BBM yang dijual oleh SPBU swasta yang menyesuaikan dengan naik turunnya harga minyak dunia," katanya.

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement