Share

Cerita Erick Thohir Jual Tanah hingga Lukisan demi Selamatkan Perusahaan

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 10 Desember 2021 18:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 10 320 2515182 cerita-erick-thohir-jual-tanah-hingga-lukisan-demi-selamatkan-perusahaan-EawPvBwAmZ.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/KBUMN)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menceritakan pernah melepaskan sejumlah aset pribadi untuk menyelamatkan keuangan perusahaan. Aset yang dilepas seperti mobil mercy, lukisan berharga, hingga sebidang tanah.

Kejadian itu terjadi pada tahun 2006. Saat itu, Erick memimpin salah satu perusahaan media, Mahaka Group. Dia mengaku perusahaannya terancam bangkrut lantaran over ekspansi.

Baca Juga: Tegas! Erick Thohir Bersih-Bersih BUMN dari Korupsi

"Saya melepas aset pribadi saya, waktu itu kebetulan koleksi mobil tua, mercy tua, kita juga koleksi lukisan, ya kita lepas, ada tanah kita lepas, ada tabungan ya kita cairkan," ujar Erick dalam tayangan di YouTube BUMN Muda, dikutip Jumat (10/12/2021).

Bukan saja melepas aset pribadinya, Mantan Bos Inter Milan itu pun meminjam uang senilai Rp 2 miliar dari sahabat terdekat. Salah satunya Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Rosan Roeslani.

"Bahkan waktu itu saya pinjam uang kedua sahabat saya, almarhum Andre Mamuaya dan bekas Ketua Kadin sekarang yang jadi Dubes Amerika, Rosan Roeslan, saya pinjam uang waktu itu. Kalau tidak salah masing-masing Rp 1 miliar, saya janji saya balikin dua bulan, alhamdulilah saya balikin 1 bulan," tuturnya.

Baca Juga: Erick Thohir Angkat Anak Buah Menteri Basuki Jadi Komut Indra Karya

Sebelum menapaki tangga kesuksesan hingga mengisi posisi strategis di Kabinet Indonesia Maju, Erick mengaku mengalami kesulitan keuangan yang berarti.

Sebagai pemilik perusahaan media, Erick dihadapkan pada sejumlah pilihan pahit. Saat itu, dia harus memilih satu pilihan dari sejumlah opsi. Misalnya, melakukan pengurangan karyawan atau kah meminjam dana dari perbankan.

Meski begitu, dengan segala pertimbang dan resiko, dia akhirnya mengambil pilihan untuk melepas aset-aset pribadinya.

"Waktu itu pikirannya yang mana atau kita sebagai pengusaha kan kita harus punya loyalitas terhadap profesional dan tim kita. Akhirnya waktu itu saya apakah melepas (PHK), apakah pinjam (utang), akhirnya saya memberanikan diri melakukan satu hal (menjual aset pribadi," ungkapnya.

Menurutnya, pengusaha sukses selalu berani mengambil resiko dalam kondisi apapun. Langkah itu bertujuan menyelamatkan dan mengembangkan bisnisnya.

"Ya, tentu itu masa-masa yang cukup, ya adalah, setiap manusia ada. 1998 ketika saya memulai usaha, saya juga harus menutup usaha saya, karena kondisi 1998. Hal-hal itu ya, dinamika kehidupan kita bahwa dibalik kesuksesan itu pasti banyak kegagalan. Tetapi kunci bagaimana kita bisa rebon, bangkrut daripada kegagalan itu. Jadi bukan malah bendera putih, yah udah lah bobo aja di rumah, paya ini. Justru harus balik, harus intropeksi, harus cari solusi," kata Erick.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini