Share

Selamatkan Krakatau Steel, Erick Thohir Nego dengan Produsen Baja Korsel

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 10 Desember 2021 20:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 10 320 2515258 selamatkan-krakatau-steel-erick-thohir-nego-dengan-produsen-baja-korsel-FsdIjZPzTt.jpg Upaya Restrukturisasi Krakatau Steel. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian BUMN melakukan negosiasi ulang dengan produsen baja asal Korea Selatan, Pohang Steel and Iron Company (Posco) ihwal pembagian saham di PT Krakatau Posco. Negosiasi ini sebagai salah satu upaya penyelamatan keuangan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).

Kementerian BUMN ingin agar kepemilikan saham KRAS di Krakatau Posco menjadi 50%. Sementara 50% lainnya milik Posco. Saat ini komposisi terbagi atas 70% untuk Posco dan 30% milik emiten pelat merah itu.

Baca Juga: 

Proses negosiasi itu masuk dalam skema restrukturisasi keuangan dan utang KRA. Adapun total utangnya mencapai USD2,2 miliar atau setara Rp31 triliun.

"Kalau Posco-nya mau sahamnya kita jadikan 50%. Saham Posco turun dari 70% ke 50%, Posco mau gak? Ya belum tahu, tapi itu masuk dalam skema restrukturisasi tahun depan," ujar Menteri BUMN Erick Thohir, Jumat (10/12/2021).

Baca Juga: Krakatau Steel Cetak Laba Usai 8 Tahun Merugi tapi Terancam Bangkrut, Kok Bisa?

Erick pun sudah mengundang President Director of Krakatau Posco, Kim Kwang Moo, untuk melakukan pertemuan di Kementerian BUMN, Dalam kesempatan itu, dia mengaku pembicaraan kedua pihak cukup positif.

Kerjasama KRAS dan Posco diyakini mampu memperkuat rantai pasok (supply chain) industri baja Tanah Air. Bahkan, memberikan keuntungan bisnis diantara dua pihak.

"Hari ini saya berdiskusi dengan Posco, dimana, saya ingin mempelajari kerja sama yang lebih dalam antara Indonesia, Korea, untuk membangun ekosistem baja nasional. Apalagi kita ketahui, kita memiliki market yang besar dan kita sedang memperbaiki supply chain kita," kata dia.

"Jadi saya sampaikan adalah saya percaya diskusi ini sangat positif. Bagaimana kita bergerak maju untuk menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan, dan ini adalah sesuatu yang sangat ingin kami lakukan untuk menciptakan supply chain yang baik untuk indonesia," lanjut Erick.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini