Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kasih Kesempatan ke Swasta, Erick Thohir: Percayalah Kami Tak Monopoli Mobil Listrik

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Minggu, 12 Desember 2021 |07:33 WIB
Kasih Kesempatan ke Swasta, Erick Thohir: Percayalah Kami Tak Monopoli Mobil Listrik
Erick Thohir (Foto: Dok BUMN)
A
A
A

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir memberi kesempatan dan ruang bagi pihak swasta untuk masuk ke bisnis kendaraan listrik.

Hal ini sekaligus membuktikan bahwa BUMN tidak memonopoli bisnis kendaraaan listrik. Pendirian PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) bukan monopoli BUMN terhadap ekosistem mobil listrik di Indonesia.

Pemerintah memberikan kesempatan kepada swasta agar ambil bagian dalam ekosistem tersebut. Harapan, BUMN dan swasta sama-sama berkontribusi bagi pertumbuhan makro ekonomi Indonesia.

"Percayalah kami tidak memonopoli. Karena itu kami beri kesempatan kepada swasta agar mengisi, tapi BUMN juga mengisi. Jangan sampai nanti ketika pasarnya berubah, harganya berubah," ujar Erick saat memberikan Orasi Ilmiah di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Sabtu (11/12/2021).

Baca Juga: Erick Thohir Ganti Dirut PLN hingga Isu Akuisisi StreetScooter, Cek 6 Faktanya

IBC merupakan konsorsium BUMN yang dibentuk untuk mengembangkan ekosistem industri baterai kendaraan listrik secara terintegrasi dari hulu ke hilir.

Holding itu terdiri dari Mining and Industry Indonesia atau MIND ID, PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk dengan masing-masing kepemilikan saham 25%.

Meski membuka peluang bagi swasta di sisi hilir, pemerintah perlu mengintervensi agar tidak terjadi monopoli pasar.

"Jangan sampai baterai ini dimonopoli, bahan bakunya kita, diproses ke luar negeri. Kita terima baterainya, baterainya lebih mahal dari mobilnya, padahal bahan baku dari kita. Jadi, saya sangat terbuka mengenai hilirisasi," katanya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement