Share

Surplus Neraca Dagang Diprediksi Turun Jadi USD4,77 Miliar

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 15 Desember 2021 08:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 15 320 2517176 surplus-neraca-dagang-diprediksi-turun-jadi-usd4-77-miliar-s9tnk0ncm3.jpg Neraca Perdagangan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Surplus neraca perdagangan Indonesia diprediksi turun menjadi USD4,77 miliar, dari sebelumnya USD5,73 miliar.

Menurut Ekonom Bank Permata Josua Pardede, penurunan surplus neraca dagang, utamanya disebabkan oleh perbaikan nilai impor Indonesia.

"Pertumbuhan impor Indonesia diperkirakan mencapai 34,8% (year on year/ yoy) atau meningkat 4,74% (month on month/mom) secara bulanan," kata Josua di Jakarta, Rabu (15/12/2021).

Baca Juga: Neraca Dagang RI Surplus Lawan Malaysia, Meroket Hampir 200%

Peningkatan impor Indonesia didorong oleh masih soildnya aktivitas manufaktur, terlihat dari PMI manufacturing Indonesia yang masih tercatat sebesar 53,9.

Baca Juga: 6 Fakta Neraca Dagang Indonesia Surplus, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Dari sisi ekspor, diperkirakan nilai ekspor akan tercatat bertumbuh 43,1%yoy, meskipun secara bulanan terkontraksi 0,86% mom. Penurunan ekspor secara bulanan didorong oleh kontraksi harga batu bara sebesar 29,86% mom.

Namun, harga komoditas ekspor lain, seperti CPO, masih tercatat naik 2,89%mom. Permintaan dari partner dagang Indonesia, seperti India dan Jepang, yang mengalami kenaikan aktivitas manufaktur, diperkirakan ikut mendorong kenaikan volume ekspor dari Indonesia, sehingga dampak dari penurunan harga batu bara menjadi cenderung terbatas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini