Share

Konstruksi Beres, Bendungan Multifungsi Randugunting Mulai Diairi

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Jum'at 17 Desember 2021 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 17 470 2518522 konstruksi-beres-bendungan-multifungsi-randugunting-mulai-diairi-QlD6ABjNX4.jpeg Pembangunan bendungan randuginting selesai (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pembangunan Bendungan Randugunting telah selesai. Bendungan Randugunting yang berada di Desa Kalinanas Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ini pun mulai diisi air (impounding).

Konstruksi bendungan telah dimulai pada November 2018 dengan masa kontrak hingga November 2022, artinya Bendungan Randugunting tuntas lebih cepat 11 bulan dari jadwal semula.

Baca Juga: Resmikan 4 Embung Miliaran Rupiah di Jawa Tengah, Jokowi Ingin Produktivitas Pertanian Meningkat

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko mengatakan, saat ini konstruksi Bendungan Randugunting sudah 98% dengan sisa pekerjaan penyelesaian fasilitas pendukung dan direncanakan tuntas pada akhir Desember 2021.

"Bendungan Randugunting ini selesai lebih cepat dari target awal sesuai kontrak pada November 2022. Ini merupakan suatu percepatan hasil kerja sama yang sangat bagus antara Kementerian PUPR dengan seluruh mitra kerja terkait termasuk Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Kementerian terkait, dan Perhutani" ujar Jarot pada keterangan tertulisnya, Kamis (16/12/2021).

Baca Juga: Harapan Petani Jawa Timur Usai Presiden Jokowi Resmikan 2 Bendungan

Jarot mengatakan, bendungan yang dibangun di Kabupaten Blora tersebut juga akan memberikan manfaat untuk mendukung penyediaan air baku di Kabupaten Pati 50 liter/detik, dan Kabupaten Rembang 50 liter/detik, serta di Kabupaten Blora sebesar 100 liter/detik. Bendungan ini juga berpotensi untuk pengembangan pariwisata dan agrowisata di Kabupaten Blora.

Dengan total kapasitas tampungan bendungan sebesar 14,42 juta m3 sebagai bendungan multifungsi, juga akan bermanfat sebagai konservasi untuk menampung air hujan sehingga tidak sia-sia terbuang ke laut dan dapat mengisi cadangan air tanah di Blora yang sering mengalami kekeringan.

Dengan selesainya konstruksi bendungan yang merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) ini juga akan mendukung peningkatan irigasi premium yakni irigasi yang sumber airnya dari bendungan untuk mengairi areal pertanian di kawasan kering Kabupaten Blora dan Rembang melalui Daerah Irigasi (DI) Kedungsapen seluas 630 hektare dengan pola tanam padi-padi-palawija.

"Kami harapkan suplai air irigasi yang cukup sepanjang tahun dapat meningkatkan indeks pertanaman dari 180% ke 250%," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini