Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penerbitan Obligasi Capai Rp99,6 Triliun, BEI: Perusahaan Perlu Bertahan dari Pandemi

Dinar Fitra Maghiszha , Jurnalis-Sabtu, 18 Desember 2021 |12:00 WIB
Penerbitan Obligasi Capai Rp99,6 Triliun, BEI: Perusahaan Perlu Bertahan dari Pandemi
Obligasi Paling Banyak Diminati untuk Tambah Modal Perusahaan. (Foto: Okezone.com/Shutterstock_
A
A
A

BEI juga akan terus menjalin kerja sama dengan lembaga perbankan untuk memanfaatkan instrumen surat utang sebagai alternatif.

“Kami juga sekali lagi bekerja sama dengan para perbankan untuk menawarkan agar debitur tidak lagi memungkinkan menambah exposure di bank tersebut yang kemudian dialihkan dan ditawarkan untuk memanfaatkan pendanaan di pasar modal melalui penerbitan obligasi dan sukuk,” terang Hasan.

Sebagai catatan, BEI telah melakukan penyempurnaan peraturan terkait pencatatan obligasi yaitu peraturan I-B pada tahun 2020 yang memberikan keringanan dalam hal persyaratan bagi perusahaan yang ingin menerbitkan obligasi maupun sukuk

"Penggalangan dana melalui penerbitan obligasi dan sukuk nah ini disambut baik dan terbukti pada 2021 ini melampaui target," ujarnya.

Hasan mengaku optimis momentum peningkatan penerbitan obligasi dan sukuk ini akan berlanjut pada 2022.

“Kami optimis bahwa nanti di tahun depan momentum ini akan berlanjut dan bahkan melampaui pencapaian di tahun ini setidaknya melebihi pencapaian tahun 2021," pungkas Hasan.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement