Share

BBM Premium Dihapus Bikin Pertamina Untung

Oktiani Endarwati, Koran SI · Jum'at 24 Desember 2021 13:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 24 320 2522021 bbm-premium-dihapus-bikin-pertamina-untung-GjtKw1cUno.jpg Premium dan Pertalite Dihapus (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai Pertamina mendapat keuntungan jika BBM premium dihapus pada tahun depan.

Hal ini dikarenakan Pertamina tidak harus menanggung beban karena dari sisi harga saat ini masih jauh di bawah keekonomian. Sementara bagi pemerintah juga mengurangi beban dari sisi sektor kompensasi yang diberikan kepada Pertamina.

"Saya cukup optimis karena ini momen yang tepat. Jika memang harus dihapuskan, saya kira Pertamina akan menjalankan. Jika memang tidak, mereka akan tetap melanjutkan," katanya dalam Market Review IDX Channel, Jumat (24/12/2021).

Baca Juga: BBM Premium dan Pertalite Akan Dihapus, SPBU Hanya Jual Pertamax! Begini Tahapannya

Mamit juga menilai langkah penghapusan BBM jenis premium di tahun 2022 sudah tepat. BBM jenis premium merupakan bahan bakar subsidi sehingga menjadi beban bagi keuangan negara. Di sisi lain, pengguna premium juga sudah semakin menurun dibandingkan beberapa tahun lalu.

"Jadi saya kira ini menjadi momentum yang tepat bagi pemerintah untuk menghapus premium. Kita tahu premium ini masuk ke dalam jenis bahan bakar penugasan di mana ada subsidi ataupun ada kompensasi yang diberikan kepada Pertamina oleh pemerintah," ujarnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Berdasarkan data yang diterima dari Pertamina, konsumsi premium saat ini hanya di angka 7,8% jika dibandingkan dengan konsumsi total secara nasional. Masyarakat juga sudah mulai paham untuk menggunakan BBM yang lebih ramah lingkungan.

"Ini menjadi momentum yang tepat sekali bagi pemerintah untuk mulai menghapuskan BBM jenis premium ini. Selain itu, saat ini Premium RON 88 hanya digunakan oleh tujuh negara saja yang rata-rata negara dengan penghasilan cukup rendah," ungkapnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini